Wali Kota Semarang Ajak Warga Rayakan Keberagaman di Festival Kota Lama 2026

InShot_20260906_021405231
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterini.id) – Kawasan Kota Lama Semarang kembali menjadi ruang perjumpaan masyarakat melalui Festival Kota Lama XV 2026. Berlangsung pada 4–20 September 2026, festival tersebut tidak hanya menyuguhkan pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga menjadi momentum untuk merayakan keberagaman yang tumbuh di Kota Semarang.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengajak masyarakat dan wisatawan untuk datang serta menikmati berbagai rangkaian kegiatan yang digelar di sejumlah titik kawasan Kota Lama.

Mengusung tema Unity in Diversity, Festival Kota Lama XV 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Beragam agenda disiapkan, mulai dari pertunjukan musik, seni dan budaya, kuliner, hingga kegiatan komunitas.

Baca Juga:  Meriah! KAI Daop 1 Jakarta Rayakan HUT ke-79 di Soul Hub Ciracas

“Festival Kota Lama menjadi ruang untuk memperkuat nilai kebersamaan dan merawat keberagaman di kota ini,” kata Agustina.

Menurutnya, keberagaman akan semakin terasa ketika masyarakat memiliki ruang untuk bertemu, berinteraksi, dan menikmati kebudayaan secara bersama-sama. Karena itu, Festival Kota Lama diharapkan tidak sekadar menjadi agenda hiburan, tetapi juga menjadi wadah mempererat hubungan antarmasyarakat.

“Kami mengajak warga datang dan ikut merasakan suasana Kota Lama selama festival berlangsung,” ujarnya.

Festival diawali dengan acara pembukaan pada 4 September 2026 di Fasad Gedung Yayasan Kanisius. Pembukaan tersebut dimeriahkan penampilan Surya Vista Orchestra.

Baca Juga:  DPD PDI Perjuangan Jateng Sambut Idul Adha 1447 H dengan Aksi Sosial Berbagi Kurban

Pada hari yang sama, Pasar Malam Sentiling–Kuliner Nostalgia juga mulai digelar di Metro Point dan berlangsung hingga 13 September.

Agenda tersebut menawarkan pengalaman menikmati beragam kuliner dengan nuansa nostalgia di tengah kawasan heritage Kota Lama.

Sejumlah kegiatan lain turut memeriahkan festival, di antaranya Orchestra on The Street & Dance, Rijsttafel Dinner, Jazz Kota Lama, Soegijazz, Borderline Indonesia, serta penampilan Nita Aartzen & Friends pada 6 September.

Tak hanya pertunjukan, kegiatan berbasis komunitas dan budaya juga menjadi bagian penting dari festival.

Beberapa di antaranya yakni Gowes Semarang Heritage, Living Book, Zwemers Belanda, Wayang Orang on The Street, Festival Folklore, 1.000 Angklung Berkebaya, hingga Festival Melukis Payung.

Baca Juga:  Menggali Kembali Sejarah dan Kearifan Lokal Melalui Perayaan Ta'sis Menara Kudus Ke 489

Rangkaian kegiatan tersebut memberikan pilihan pengalaman yang beragam bagi pengunjung.

Masyarakat dapat menikmati musik dan seni, mencicipi kuliner, mengikuti aktivitas komunitas, sekaligus mengenal kembali kekayaan sejarah dan budaya yang melekat pada kawasan Kota Lama.

Melalui Festival Kota Lama XV 2026, Pemerintah Kota Semarang berharap kawasan heritage tersebut semakin hidup sebagai ruang publik yang mampu mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Informasi lengkap mengenai jadwal dan rangkaian kegiatan Festival Kota Lama 2026 dapat diakses melalui akun Instagram @festivalkotalamasmg dan laman festivalkotalama.id.***