Wali Kota Semarang Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan di Musim Kemarau

InShot_20260907_232159821
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Musim kemarau mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kota Semarang. Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memperkuat kesiapsiagaan untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan pemantauan kondisi wilayah terus dilakukan, terutama di daerah yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Langkah tersebut dilakukan agar bantuan dapat segera diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mengantisipasi apabila kekeringan meluas ke wilayah lainnya.

“Kami ingin memastikan masyarakat yang membutuhkan air bersih dapat segera mendapatkan penanganan. Pemerintah Kota Semarang terus memantau kondisi di lapangan dan menyiapkan langkah-langkah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Agustina.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang hingga awal September 2026, kekeringan tercatat telah terjadi di empat kecamatan.

Untuk membantu warga terdampak, sebanyak 19 tangki atau sekitar 115 ribu liter air bersih telah disalurkan melalui 13 titik distribusi.

Baca Juga:  Dukung Penuh Sektor Industri, PLN Tuntaskan Pembangunan GI 150 kV Kaliwungu untuk Listriki KEK Kendal

Pemkot Semarang juga telah menyiapkan cadangan air bersih untuk mengantisipasi kebutuhan selama musim kemarau.

Dari total 480 ribu liter air yang disiapkan melalui anggaran BPBD Kota Semarang tahun 2026, masih tersedia sekitar 365 ribu liter.

Cadangan tersebut dapat dimanfaatkan apabila kebutuhan masyarakat meningkat atau kekeringan terjadi di wilayah lain.

Warga Bisa Ajukan Bantuan

Bagi masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih, permohonan bantuan dapat disampaikan melalui kelurahan setempat.

Untuk kondisi yang membutuhkan penanganan segera, warga juga dapat menghubungi layanan darurat 112.

Setiap laporan akan diverifikasi di lapangan untuk mengetahui kondisi serta tingkat kebutuhan sebelum bantuan air bersih disalurkan.

Penanganan kekeringan juga melibatkan Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang. Perusahaan daerah tersebut siap berkoordinasi dengan BPBD untuk mendukung distribusi air menggunakan armada tangki.

Penyaluran akan mempertimbangkan tingkat kebutuhan masyarakat, kondisi wilayah, ketersediaan armada, serta sumber air yang dapat digunakan.

Baca Juga:  "Tank" dan Sepeda Hias Meriahkan Peringatan HUT Kemerdekaan ke-79 RW 17 Srondol Wetan Banyumanik

Namun, musim kemarau tidak hanya berdampak pada warga yang membutuhkan bantuan air bersih. Kondisi tersebut juga turut memengaruhi ketersediaan air baku untuk pelayanan air perpipaan.

Perumda Air Minum Tirta Moedal mencatat adanya penurunan ketersediaan air baku di Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kudu.

Kondisi ini berdampak terhadap kapasitas produksi dan distribusi air, terutama di sebagian wilayah pelayanan Semarang Timur.

“Pada musim kemarau saat ini terdapat penurunan ketersediaan air baku di SPAM Kudu yang berdampak terhadap kapasitas produksi dan distribusi air di sebagian wilayah pelayanan. Kami terus melakukan pemantauan dan optimalisasi pelayanan serta berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Semarang dan instansi terkait untuk membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih,” demikian pernyataan Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang.

Perumda Air Minum Tirta Moedal terus memantau kondisi sumber air baku sembari mengoptimalkan produksi dan distribusi agar pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan.

Baca Juga:  Perjanjian Kinerja USM 2026, Rektor : "Anggaran Wajib Hasilkan Output Nyata"

Bagi pelanggan yang mengalami gangguan aliran air, laporan dapat disampaikan melalui Call Center 0800 1503 888, WhatsApp 0811 2680 060, maupun kanal media sosial resmi Tirta Moedal.

Imbauan Hemat Air

Menghadapi musim kemarau yang masih berlangsung, Agustina mengajak masyarakat menggunakan air secara bijak.

Warga juga diimbau menampung air secukupnya ketika aliran tersedia, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan penurunan suplai.

Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran masyarakat dalam menghemat dan menggunakan air sesuai kebutuhan juga penting untuk menjaga ketersediaan air selama musim kemarau.

Pemkot Semarang akan terus memantau perkembangan kekeringan serta kebutuhan air bersih di masyarakat. Langkah penanganan akan disesuaikan dengan kondisi yang ditemukan di lapangan agar bantuan dapat diberikan secara tepat dan cepat kepada warga yang membutuhkan.***