Pascasarjana USM Perkuat Kompetensi Riset Internasional Lewat Workshop Bersama UiTM Malaysia

InShot_20260915_085950575
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Program Pascasarjana Universitas Semarang (USM) memperkuat kapasitas penelitian sivitas akademika melalui One-Day International Workshop bertajuk “How to Win the International Research Grant and Mastering Bibliometric Analysis with VOSviewer”, Senin (7/9/2026).

Kegiatan yang digelar di Gedung Pascasarjana USM tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam meningkatkan kompetensi riset dosen dan mahasiswa sekaligus memperluas jejaring akademik di tingkat internasional.

Workshop diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri atas mahasiswa program magister (S2), doktor (S3), serta dosen USM.

Kegiatan juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi akademik antara Universitas Semarang dan Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia.

Direktur Pascasarjana USM, Dr. Muhammad Junaidi, S.H.I., M.H., mengatakan kegiatan tersebut relevan dengan kebutuhan sivitas akademika untuk meningkatkan kualitas penelitian sekaligus membuka peluang mendapatkan pendanaan riset internasional.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pemahaman secara teoritis, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan lahirnya proposal penelitian yang siap diajukan pada berbagai skema hibah internasional,” ujarnya.

Baca Juga:  DPC Peradi Kendal Gelar Seminar Hukum, Hadirkan Keynote Speech Kaprodi MH USM

Sementara itu, Ketua Sustainability Hub for Innovation and Empowerment (SHINE) Universitas Semarang, Dr. Fery Firmawan, Ph.D., menekankan pentingnya penguatan kapasitas riset sebagai bagian dari pembangunan ekosistem akademik dan inovasi di perguruan tinggi.

Menurutnya, kolaborasi dengan UiTM Malaysia memberikan perspektif internasional sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi dosen dan mahasiswa USM untuk membangun jejaring akademik, mengembangkan penelitian bersama, serta menghasilkan publikasi dan proposal penelitian yang berdaya saing global.

Workshop tersebut dikemas dalam dua sesi utama, yakni penguatan strategi memperoleh hibah penelitian internasional dan pelatihan teknis analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer.

Pada sesi pertama, peserta mengikuti coaching clinic bertajuk “How to Win the International Research Grant” yang disampaikan Assoc. Prof. Ir. Ts. Dr. Eeydza Aminudin dari UiTM Malaysia.

Peserta mendapatkan pembekalan mengenai strategi mengembangkan ide penelitian menjadi proposal yang kompetitif untuk skema hibah internasional.

Baca Juga:  Guru Besar FHUI Prof. Topo Santoso: Jaksa Pemegang Dominus Litis Sebagai Control and Management Case

Materi yang diberikan antara lain membangun gagasan penelitian yang kuat, menunjukkan aspek kebaruan dan urgensi penelitian, menyusun proposal secara sistematis, serta meningkatkan daya saing proposal di hadapan reviewer internasional.

Format coaching clinic memungkinkan peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mendiskusikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam penyusunan proposal penelitian berikut strategi penyelesaiannya.

Sementara sesi kedua berupa workshop teknis “Mastering Bibliometric Analysis with VOSviewer”. Sesi ini menghadirkan tim narasumber dari UiTM yang terdiri atas Ir. Hanasha Ismail, Noor Saidah Samsudin, Farah Zahida binti Hassan, dan Nur Yasmin Qashrina binti Suza.

Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pengalaman langsung menggunakan VOSviewer untuk melakukan analisis dan visualisasi bibliometrik.

Peserta diarahkan memahami pemetaan literatur, tren penelitian, serta keterkaitan antartopik, penulis, institusi, hingga perkembangan bidang kajian tertentu.

Kemampuan analisis bibliometrik dinilai penting bagi peneliti untuk mengidentifikasi research gap, memetakan perkembangan keilmuan, dan merumuskan arah penelitian yang lebih relevan serta memiliki unsur kebaruan.

Baca Juga:  Groundbreaking Tentrem Racquet Club, Irwan Hidayat Bakal Hadirkan Lapangan Tenis Kelas Dunia

Fery menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi peserta, tetapi juga menjadi sarana memperkuat hubungan kelembagaan antara USM dan UiTM Malaysia.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat berkembang dalam berbagai bentuk kerja sama akademik, mulai dari penelitian bersama, publikasi ilmiah, pertukaran pengetahuan, hingga pengembangan jejaring internasional,” katanya.

Melalui kegiatan yang mengusung semangat “Transforming Research Ideas into Fundable, Competitive, and Impactful International Research Proposals” tersebut, Pascasarjana USM mendorong sivitas akademika agar mampu mengembangkan ide penelitian menjadi proposal yang layak didanai, kompetitif, dan memberikan dampak nyata di tingkat internasional.

Dengan demikian, workshop internasional tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis penelitian, tetapi juga menjadi langkah konkret USM dalam membangun budaya riset yang semakin kuat dan berorientasi global.***(bgy)