Menteri Koperasi Resmi Buka Borobudur Indonesia Expo 2026 di Magelang

InShot_20260919_000518614
Bagikan:

MAGELANG, (Harianterkini.id) – Suasana Alun-Alun Kota Magelang semakin semarak dengan dibukanya secara resmi Borobudur Indonesia Expo 2026 dan Festival Produk Unggulan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Kamis (17/9/2026) malam.

Pembukaan kegiatan tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono dan didampingi Wali Kota Magelang Damar Prasetyono, Wakil Wali Kota Magelang dr. Sri Harso, serta Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno yang hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Borobudur Indonesia Expo 2026 berlangsung selama empat hari, mulai Kamis 17 September hingga Minggu 20 September 2026 di Alun-Alun Kota Magelang.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda yang diarahkan untuk memperkuat perekonomian masyarakat melalui pengembangan UMKM, koperasi, ekonomi kreatif, pariwisata, sekaligus memperluas jejaring pemasaran produk unggulan daerah.

Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang menyiapkan sekitar 150 stan dalam expo tersebut.

Selama empat hari pelaksanaan, kegiatan ditargetkan mampu menarik hingga 40.000 pengunjung dengan nilai transaksi sekitar Rp2 miliar.

Wali Kota Magelang: Event Menjadi Penggerak Ekonomi

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono dalam sambutannya menegaskan bahwa penyelenggaraan event bukan sekadar menghadirkan keramaian di pusat kota.

Menurut Damar, kegiatan seperti Borobudur Indonesia Expo menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Ia menyebut Kota Magelang memiliki keterbatasan sumber daya alam sehingga kekuatan utama daerah diarahkan pada kualitas sumber daya manusia, inovasi, kreativitas, sektor jasa dan ekonomi kreatif.

“Tidak ada tambang, tidak ada hutan, tidak ada kebun, tidak ada pabrik. Adanya adalah sumber daya manusia (SDM) yang mempunyai kualitas tinggi, SDM yang mempunyai inovasi, kreativitas tinggi,” kata Damar.

Baca Juga:  Pemerintah Kota Semarang Resmi Kick Off HJKS ke-479, Warga Langsung Nikmati Layanan Gratis dan Program Terpadu

Damar mengatakan, hampir setiap pekan Kota Magelang memiliki agenda kegiatan dengan skala mulai dari lokal, regional, nasional hingga internasional.

“Karena saya meyakini dengan event, pertumbuhan ekonomi ini akan bergerak tumbuh dengan baik,” ujarnya.

Namun, menurut Damar, keberhasilan expo tidak semata-mata diukur dari jumlah transaksi selama acara.

Lebih dari itu, ia berharap pertemuan para pelaku usaha dapat menghasilkan kerja sama baru, membuka pasar bagi produk UMKM, mempertemukan pelaku usaha dengan mitra serta menciptakan peluang baru bagi koperasi.

“Harapan kami ada kemanfaatan ekonomi. Ada kerja sama baru yang terbentuk, ada produk yang mendapatkan pasar baru, ada UMKM yang menemukan mitra baru, ada koperasi yang menemukan peluang baru,” katanya.

Sekda Jateng Dorong Pariwisata Jadi Pintu Masuk Pertumbuhan Ekonomi

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi pelaksanaan Borobudur Indonesia Expo 2026.

Sumarno menilai sektor jasa, pariwisata dan ekonomi kreatif memiliki peran penting dalam menggerakkan aktivitas ekonomi daerah.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah banyak ditopang oleh konsumsi. Karena itu, salah satu pintu untuk meningkatkan konsumsi adalah melalui sektor pariwisata.

“Kalau kita lihat di Jawa Tengah, pertumbuhan ekonomi kita juga banyak ditopang dari sektor konsumsi. Untuk meningkatkan konsumsi, pintunya adalah pariwisata,” kata Sumarno.

Ia menjelaskan, sektor pariwisata tidak dapat dipisahkan dari pengembangan ekonomi kreatif.

Baca Juga:  HEBOH! Suami Lempar Istri ke Laut saat Menuju Bakauheni

Berbagai event menjadi ruang untuk menampilkan produk UMKM sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan pasar.

Sumarno berharap berbagai event yang digelar di Kota Magelang tidak hanya memberikan dampak ekonomi dalam jangka pendek, tetapi juga mampu membangun jejaring antarpelaku UMKM dari berbagai daerah.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan-kegiatan ini bisa mengangkat UMKM-UMKM yang ada di Kota Magelang dan bisa membangun jaringan-jaringan dengan UMKM di kabupaten yang lain,” ujarnya.

Menteri Koperasi Dorong UMKM Bertransformasi Menjadi Koperasi RI

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong pelaku UMKM, ekonomi kreatif dan pariwisata untuk mulai membangun badan usaha berbentuk koperasi.

Menurut Ferry, banyak pelaku UMKM masih menjalankan usaha secara perorangan. Kondisi tersebut membuat mereka menghadapi keterbatasan dalam mengakses modal, pasar maupun teknologi.

“Kita mendorongnya untuk membentuk koperasi. Sehingga nanti proses transformasi dari usaha yang sebelumnya perorangan menjadi punya badan usaha, mereka nanti bisa lebih mudah mengakses modal, mengakses pasar, mengakses teknologi dan lain sebagainya,” kata Ferry.

Ferry menegaskan Kementerian Koperasi siap memberikan pendampingan, inkubasi hingga pembiayaan bagi badan usaha koperasi yang dibentuk oleh para pelaku usaha.

Ia juga melihat sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui koperasi.

Hal tersebut mencakup pelaku ilustrasi, konten kreator, animator, fesyen, kerajinan hingga produk wastra daerah.

Selain memperkuat sisi produksi, Kementerian Koperasi juga mendorong agar produk UMKM lokal dapat masuk dan dipasarkan melalui gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Baca Juga:  Jelang Tutup Tahun, Wali Kota Semarang Siap Selesaikan Proyek-Proyek Strategis 

“Bersama dengan kehadiran KDKMP yang nanti juga akan menyerap hasil produk UMKM lokal, dari sisi produksi bisa didampingi, diinkubasi, dibiayai secara baik. Jadi ini bisa terbentuk ekosistem ekonomi usaha di kalangan masyarakat,” ujar Ferry.

Ferry juga berharap Borobudur Indonesia Expo 2026 menjadi momentum memperkuat pasar produk koperasi dan UMKM sekaligus mempercepat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat.

“Saya harap Borobudur Indonesia Expo 2026 menjadi momentum penguatan pasar produk koperasi dan UMKM, sekaligus mempercepat kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat demi kemajuan ekonomi rakyat,” kata Ferry.

Kepala Daerah Hadir, Perkuat Kolaborasi Kawasan Borobudur

Pembukaan Borobudur Indonesia Expo 2026 juga dihadiri sejumlah kepala daerah dari wilayah sekitar.

Tiga kepala daerah yang tercatat hadir selain Wali Kota Magelang Damar Prasetyono adalah Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, Bupati Temanggung Agus Setyawan, dan Bupati Magelang Grengseng Pamuji.

Kehadiran para kepala daerah tersebut memperlihatkan upaya membangun konektivitas ekonomi antardaerah di kawasan sekitar Borobudur.

Pemkot Magelang sendiri mengarahkan expo ini untuk melibatkan kawasan Purwo Manggung, yang mencakup Kabupaten Purworejo, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Magelang, Kota Magelang dan Kabupaten Temanggung.

Dengan demikian, Borobudur Indonesia Expo tidak hanya diposisikan sebagai pameran di Kota Magelang, tetapi juga sebagai ruang mempertemukan berbagai potensi ekonomi kawasan.

Produk UMKM, koperasi, ekonomi kreatif dan pariwisata dari berbagai daerah diharapkan dapat memperoleh pasar baru sekaligus membangun kemitraan yang berkelanjutan.***