Harmoni Selawat dari Semarang, Festival Rebana Nasional 2026 Resmi Berakhir

InShot_20260920_160605556
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Denting rebana dan lantunan selawat menjadi warna tersendiri dalam rangkaian MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang.

Selama enam hari, 13–18 September 2026, panggung Festival Rebana Nasional mempertemukan 40 grup rebana terpilih dari berbagai daerah di Indonesia.

Mengusung tema “Harmoni Sholawat Dari Semarang Untuk Indonesia”, festival tersebut tak sekadar menjadi ajang perlombaan.

Pertemuan para pegiat rebana juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan budaya yang tumbuh di berbagai daerah.

Festival Rebana Nasional resmi berakhir setelah ditutup Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Jumat (18/9).

Bagi Agustina, kehadiran kelompok rebana dari berbagai daerah menjadi kesempatan bagi Kota Semarang untuk memberi ruang lebih luas bagi seni dan budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Jelang Pemilu 2024, Ketua MPR: ASN Diharap Netral!

Menurutnya, panggung rebana tidak hanya mempertemukan peserta dalam suasana kompetisi, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan dan silaturahmi.

“Semuanya itu diniatkan untuk memberi ruang kepada budaya Kota Semarang yang mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujar Agustina.

Ia menilai, pertemuan kelompok rebana dari berbagai wilayah juga memberikan gambaran mengenai keberagaman seni yang dimiliki Indonesia.

Setiap kelompok datang dengan karakter dan warna musikal masing-masing. Perbedaan tersebut justru menjadi bagian dari harmoni yang tercipta selama festival berlangsung.

“Panggung rebana menjadi tempat berkompetisi sekaligus ruang bersilaturahmi dan memperkenalkan kekayaan seni yang tumbuh di berbagai wilayah Indonesia. Semoga rebana semakin berkembang dan memberi warna bagi keberagaman seni di Indonesia, Jawa Tengah, dan Kota Semarang,” katanya.

Baca Juga:  Tim PkM USM Beri Pelatihan Literasi Digital Kepada Siswa dan Guru SMK Kristen Surakarta

Festival Rebana Nasional 2026 merupakan salah satu side event MTQ Nasional XXXI. Kegiatan ini mengangkat seni rebana dan selawat sebagai bagian dari kekayaan budaya Islam Nusantara.

Keberadaan festival juga melengkapi berbagai kegiatan pendukung MTQ Nasional yang digelar di sejumlah kawasan Kota Semarang.

Tidak hanya pertunjukan seni, rangkaian kegiatan tersebut turut bersentuhan dengan sektor ekonomi kreatif, kuliner UMKM hingga pengenalan destinasi kota kepada para kafilah dan tamu dari berbagai daerah.

Suasana kompetisi pun terasa pada malam penutupan ketika Agustina menyerahkan hadiah kepada para pemenang Festival Rebana Nasional 2026.

DM Group asal Kediri berhasil meraih juara pertama dengan nilai akhir 97,7.

Posisi kedua ditempati Al-Busyro asal Malang dengan nilai 97,0, sedangkan El-Syifa dari Trenggalek meraih juara ketiga dengan nilai 96,5.

Baca Juga:  Laba Semen Indonesia Naik 15% Menjadi Rp2,365 Triliun, Berikut Ringkasannya

Bagi para peserta, panggung Festival Rebana Nasional menjadi bagian dari perjalanan mereka selama berada di Kota Semarang. Sementara bagi tuan rumah, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan Semarang melalui pendekatan seni dan budaya.

Agustina pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, dewan juri, komunitas, serta pihak-pihak yang telah ikut menghidupkan festival tersebut.

Ia berharap pertemuan melalui seni dan kebudayaan tidak berhenti setelah panggung festival ditutup. Sebaliknya, silaturahmi yang telah terbangun diharapkan terus tumbuh dan membawa semangat kolaborasi antardaerah.

“Kita terus rawat harmoni ini dari panggung rebana, dari rangkaian MTQ dan dari Kota Semarang. Semoga persahabatan dan kebudayaan terus menemukan ruang untuk saling memajukan,” pungkasnya.***