Wakil Wali Kota Semarang Dorong ITMI Aktif Perjuangkan Hak Warga Tunanetra

InShot_20260930_232029988
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Kesetaraan hak dan kesempatan menjadi pesan penting yang disampaikan Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin saat membuka rangkaian Al-Qur’an Braille Camp, Musyawarah Wilayah (Muswil) V Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Jawa Tengah, serta Seminar Wawasan Kebangsaan.

Kegiatan yang berlangsung di Asrama Haji Semarang, Sabtu (26/9/2026), tersebut diikuti sekitar 160 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Dalam kesempatan itu, Iswar mendorong ITMI Jawa Tengah dan Kota Semarang tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga aktif memperjuangkan hak dan kebutuhan warga tunanetra.

“Saya ingin agar kemudian ITMI Jawa Tengah Kota Semarang punya peran aktif untuk memperjuangkan kepentingan panjenengan sebagai warga negara,” kata Iswar.

Baca Juga:  Langkah KIW Transformasi Kawasan Industri : Nyaman, Hijau, dan Ramah Lingkungan

Menurutnya, ITMI memiliki posisi strategis karena menjadi organisasi yang menaungi warga tunanetra sekaligus komunitas muslim. Karena itu, Muswil dinilai dapat menjadi ruang untuk menghimpun berbagai aspirasi anggota dan menyampaikannya kepada pemerintah.

Salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah aksesibilitas di ruang publik.

Iswar menyebut pemenuhan hak penyandang disabilitas merupakan bagian penting dari pembangunan yang inklusif.

Ia menegaskan, warga tunanetra memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan masyarakat lainnya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Panjenengan memiliki kewajiban dan hak yang sama dengan warga negara yang lainnya,” ujarnya.

Iswar juga menyoroti masih adanya fasilitas publik yang belum sepenuhnya ramah bagi penyandang disabilitas, khususnya tunanetra.

Baca Juga:  Percepat Layanan Perizinan, Walikota Semarang Mbak Ita Launching Layanan One Hour Nakes (L1ON)

Menurut dia, keberadaan guiding block harus dibarengi dengan penataan ruang publik yang benar-benar mempertimbangkan kebutuhan penyandang tunanetra.

Edukasi kepada instansi pemerintah maupun swasta juga dinilai penting agar fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.

Di sektor transportasi, Iswar menyampaikan kehadiran 27 unit bus low deck di Kota Semarang.

Armada tersebut diharapkan semakin memudahkan mobilitas masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Pengembangan transportasi publik, lanjutnya, menjadi salah satu bagian dari upaya Pemkot Semarang menciptakan layanan perkotaan yang semakin mudah diakses seluruh lapisan masyarakat.

Sementara itu, rangkaian Seminar Wawasan Kebangsaan menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan dan kecintaan terhadap Indonesia.

Iswar mengatakan, kehidupan berbangsa tidak hanya membutuhkan kemampuan dan pengetahuan, tetapi juga semangat kebersamaan serta toleransi.

Baca Juga:  Rektor Universitas Semarang Lepas Empat Mahasiswa Peserta KKN Internasional ke Kuala Lumpur

“Tidak hanya membutuhkan kemampuan dan pengetahuan, tetapi juga semangat kebersamaan, toleransi dan kecintaan terhadap Indonesia,” katanya.

Rangkaian Al-Qur’an Braille Camp, Muswil V ITMI Jawa Tengah, dan Seminar Wawasan Kebangsaan tersebut pun menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan organisasi.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi warga tunanetra dari berbagai daerah untuk saling bertukar pengalaman, memperkuat kebersamaan, sekaligus menghimpun aspirasi yang diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah.

Melalui forum tersebut, ITMI diharapkan semakin aktif menyuarakan kebutuhan warga tunanetra sehingga pembangunan di Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang, dapat berjalan semakin inklusif dan memberikan ruang yang setara bagi seluruh warga.***