Perdana Digelar Malam Hari, Semarang Heritage Night Run 2026 Diikuti 3.000 Pelari

InShot_20261012_030721969
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Lebih dari 3.000 peserta mengikuti Semarang Heritage Night Run (SHNR) 2026 yang digelar pada Jumat (10/10) malam. Untuk pertama kalinya, ajang lari sejauh lima kilometer ini berlangsung pada malam hari dengan memadukan olahraga, seni, dan wisata sejarah di kawasan heritage Kota Semarang.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menyambut para peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, akademisi, hingga komunitas lari.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak mengenal kekayaan sejarah dan budaya Kota Semarang melalui pengalaman berlari di malam hari.

“Biasanya kalau lari itu pagi hari. Hari ini kita membuat sebuah tahapan baru. Kita lari menyusuri berbagai macam jalur heritage di malam hari,” kata Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu.

Baca Juga:  Pemerintah Kota Semarang Dorong Penguatan Karakter Siswa Demi Wujudkan Indonesia Emas

“Nanti di samping kanan kiri, teman-teman pelari akan dihibur oleh berbagai macam pelaku seni di Kota Semarang,” imbuhnya.

Mengusung tema “Bergerak Hebat, Menyusuri Harmoni Kota”, SHNR 2026 menempuh rute sepanjang lima kilometer dengan titik start dan finis di Metro Point, kawasan Kota Lama Semarang.

Dari titik tersebut, peserta melintasi sejumlah ruas jalan, di antaranya Jalan Letjen Suprapto, Jalan Pemuda, kawasan Kauman, Jalan K.H. Wahid Hasyim, Jalan Wotgandul Barat, Jalan M.T. Haryono, hingga kawasan Bubakan.

Untuk menambah pengalaman peserta, panitia menghadirkan lima zona cheering point tematik yang menampilkan beragam karakter sejarah dan budaya Kota Semarang.

Kelima zona tersebut meliputi Semarang Tempo Doeloe, Hindia Belanda, Pecinan Semarang, Harmoni Budaya Jawa, dan Harmoni Budaya Arab.

Baca Juga:  Juara 1 Corla Idol Indonesia, Anastasya Putri Ivanka Mahasiswi FTIK USM Raih Hadiah Umroh

Kehadiran zona-zona tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan keberagaman budaya Semarang kepada masyarakat melalui kegiatan yang menggabungkan olahraga dan hiburan.

Para pelari tidak hanya menempuh rute yang telah ditentukan, tetapi juga dapat menikmati suasana kawasan bersejarah serta pertunjukan seni di sepanjang perjalanan.

Menurut Agustina, kekayaan heritage Kota Semarang tidak hanya tercermin dari bangunan-bangunan bersejarah, tetapi juga dari kehidupan masyarakat dan keberagaman budaya yang berkembang di dalamnya.

Melalui Semarang Heritage Night Run, masyarakat diharapkan dapat mengenal karakter Kota Semarang secara lebih dekat melalui pengalaman langsung, termasuk berinteraksi dengan pelaku seni yang turut memeriahkan kegiatan tersebut.

Usai melepas peserta, Agustina menyempatkan diri berkeliling kawasan Pecinan dan Pasar Semawis.

Dalam kesempatan itu, ia menyapa warga sekaligus mengunjungi sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Baca Juga:  Urgensi Penataan Ruang Laut Berbasis Kaidah Untuk Pesisir

Kunjungan itu turut menunjukkan keterkaitan antara kegiatan olahraga dan pariwisata dengan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kuliner dan UMKM di kawasan Pecinan.

Kehadiran ribuan peserta dalam SHNR 2026 diharapkan dapat meningkatkan kunjungan ke kawasan heritage sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan tersebut.

Selain menjadi ajang olahraga rekreatif, Semarang Heritage Night Run juga menjadi sarana promosi wisata yang mengangkat sejarah, seni, budaya, dan kuliner sebagai bagian dari daya tarik Kota Semarang.

Untuk menambah antusiasme peserta, panitia turut menyediakan beragam hadiah dalam ajang fun run tersebut, termasuk sepeda motor dan paket umrah.***