Perkuat Perlindungan Sosial, Wali Kota Semarang Libatkan 4.041 Agen Perlinsos

InShot_20261012_032131703
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti memperkuat upaya penjangkauan masyarakat yang membutuhkan perlindungan sosial dengan melibatkan pengurus rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) sebagai Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos).

Hingga saat ini, Kota Semarang telah memiliki 4.041 Agen Perlinsos. Selain itu, sebanyak 8.675 keluarga telah didaftarkan melalui portal pendataan untuk mendukung penyaluran program perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran.

Penguatan peran Agen Perlinsos tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Penguatan Penjangkauan Sekolah Rakyat dan Perlindungan Sosial yang digelar di Rowosari, Kecamatan Tembalang, Sabtu (10/10).

Kegiatan ini dihadiri Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Sekretaris Daerah Kota Semarang Handi Priyanto, serta 1.000 perwakilan ketua RT dan RW.

Agustina menilai, keterlibatan pengurus RT dan RW menjadi bagian penting dalam memastikan warga yang membutuhkan mendapatkan akses terhadap layanan pemerintah.

Baca Juga:  Bawaslu Riau Temukan Kendala Saat Awasi Coklit di Kota Dumai

Kedekatan mereka dengan masyarakat dinilai memudahkan proses identifikasi kondisi keluarga, termasuk ketika terjadi perubahan keadaan ekonomi yang memengaruhi kebutuhan bantuan sosial.

“Pendataan yang akurat menjadi dasar agar perlindungan sosial dapat menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan. Ketua RT dan RW memiliki peran penting karena mereka paling dekat dengan masyarakat dan mengetahui kondisi warganya. Karena itu, keterlibatan pengurus lingkungan perlu diperkuat agar tidak ada warga yang terlewat dari pendataan,” ujar Agustina.

Senada dengan hal tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan pentingnya peran pengurus RT dan RW dalam pemutakhiran data sosial masyarakat.

Menurutnya, kondisi sosial dan ekonomi warga dapat berubah sewaktu-waktu sehingga data penerima manfaat perlu diperbarui secara berkala.

Baca Juga:  Pertama dalam Sejarah, Pemerintah Perioritaskan Pertahanan Negara

“Yang paling dekat dengan warga adalah para RT, para RW,” ujar Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf.

Selain memperkuat perlindungan sosial, kegiatan tersebut juga menyoroti upaya pemerintah memperluas akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.

Di Kota Semarang, Sekolah Rakyat Terintegrasi saat ini menampung 356 siswa, yang terdiri atas 86 siswa rintisan dan 270 siswa angkatan 2026.

Berlokasi di kawasan Purwosari, Sekolah Rakyat tersebut berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare. Fasilitas yang tersedia meliputi ruang kelas, asrama, aula, tempat ibadah, serta lapangan untuk mendukung kegiatan belajar dan aktivitas siswa.

Program Sekolah Rakyat ditujukan untuk memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak yang belum pernah bersekolah, tidak bersekolah, maupun putus sekolah.

Melalui program ini, pemerintah berupaya memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan sekaligus membuka peluang untuk memutus rantai kemiskinan.

Baca Juga:  Tinjau Mal Pelayanan Publik Pekanbaru, Wakil Jaksa Agung Sunarta: Ini Luar Biasa!

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga berdialog dengan Aira Putri Meiarti, siswi asal Tegalsari, Kota Semarang.

Aira mengungkapkan kebahagiaannya karena dapat bersekolah di Sekolah Rakyat. Ia juga menyampaikan cita-citanya untuk menjadi guru taman kanak-kanak.

Melalui penguatan Agen Perlinsos dan pengembangan Sekolah Rakyat, Pemerintah Kota Semarang mendorong agar penjangkauan masyarakat yang membutuhkan dapat dilakukan secara terpadu, mulai dari tingkat lingkungan hingga akses pendidikan.

Pendataan yang lebih akurat dan kesempatan belajar yang semakin terbuka diharapkan dapat membantu keluarga menghadapi kerentanan sosial.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memperoleh pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik.***