Wali Kota Semarang Dorong Inovasi Kanker yang Berorientasi pada Manfaat Pasien

InShot_20261021_115809409
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mendorong pengembangan inovasi di bidang kesehatan, khususnya penanganan kanker, agar memberikan manfaat nyata bagi pasien.

Salah satunya melalui pengembangan layanan berbasis teknologi cryosurgery di Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Semarang (RS UNIMUS).

Agustina berharap kolaborasi internasional di bidang kesehatan dapat memperluas wawasan dan kompetensi tenaga medis, sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Agustina dalam acara Gala Dinner International Conference on Cryosurgery, yang merupakan rangkaian The 10th Annual Meeting of the Asian Society of Cryosurgery (ASC-10) dan Council Transition Meeting di Ruang Loka Krida, Gedung Moch. Ikhsan Lantai 8, Balai Kota Semarang, Jumat (16/10/2026).

Forum yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) bersama RS UNIMUS tersebut mempertemukan pakar, dokter, peneliti, dan praktisi kesehatan dari berbagai negara. Berdasarkan publikasi UNIMUS, kegiatan ini diikuti perwakilan dari 30 negara.

Baca Juga:  Kejagung Periksa Mantan SVP PT Antam Tbk Terkait Kasus Komoditi Emas

“Bagi Kota Semarang, kemajuan layanan kesehatan tidak hanya diukur dari hadirnya teknologi baru, tetapi juga dari manfaat yang benar-benar dirasakan pasien. Karena itu, kolaborasi internasional harus mampu mendorong peningkatan kompetensi tenaga medis, ketepatan penanganan, keselamatan pasien, dan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas,” ujar Agustina.

RS UNIMUS Kembangkan Layanan Kanker

Rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi momentum peluncuran RS UNIMUS Cancer Care, layanan penanganan kanker yang dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi cryosurgery dan teknologi medis pendukung lainnya.

Cryosurgery merupakan metode penanganan medis yang menggunakan suhu sangat rendah untuk menghancurkan jaringan sasaran.

Metode ini dapat menjadi salah satu pilihan penanganan pada kondisi medis tertentu, dengan mempertimbangkan jenis dan stadium kanker, kondisi pasien, serta hasil evaluasi tim medis.

Kesiapan tenaga kesehatan menjadi aspek penting dalam pengembangan layanan tersebut. Pihak RS UNIMUS menyampaikan bahwa lima dokter telah mengikuti pelatihan cryosurgery di Tiongkok.

Baca Juga:  Naik Kereta Lebih Hemat! KAI Daop 4 Semarang Beri Diskon 10% Khusus Pembelian Tiket di Booth Jateng Fair

Menurut Agustina, penguasaan teknologi medis perlu diimbangi penerapan standar pelayanan yang tepat, pengutamaan keselamatan pasien, serta edukasi kepada masyarakat.

Dengan demikian, pasien dan keluarga dapat memahami berbagai pilihan pengobatan berdasarkan kebutuhan medis.

“Penanganan kanker membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Selain teknologi dan keahlian dokter, deteksi dini, pemeriksaan yang tepat, pendampingan pasien, serta pemahaman keluarga juga sangat penting. Kita ingin masyarakat mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan medisnya, dengan keselamatan dan kualitas sebagai prioritas,” tegasnya.

Sejalan dengan Misi Pembangunan Kesehatan Kota Semarang

Agustina menilai pengembangan layanan kesehatan oleh perguruan tinggi dan rumah sakit sejalan dengan Misi 2 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang 2025–2029, yang menitikberatkan pada peningkatan kesehatan masyarakat melalui upaya pencegahan, pengobatan, dan rehabilitasi.

Baca Juga:  Waduh! Gibran Mendadak Temui Ganjar di Semarang

Menurutnya, pemerintah daerah, perguruan tinggi, rumah sakit, dan komunitas medis memiliki peran strategis dalam memperkuat pelayanan kesehatan.

Sinergi tersebut dapat diwujudkan melalui peningkatan kualitas layanan, pendidikan, penelitian, serta pertukaran pengetahuan dan keahlian antarnegara.

Selain membuka peluang kolaborasi riset dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, forum internasional ini juga berpotensi memperluas jejaring pendidikan kedokteran serta memperkuat daya saing Kota Semarang di bidang kesehatan.

Pengembangan layanan kesehatan, termasuk peluang wisata medis, juga perlu ditopang mutu pelayanan, kompetensi tenaga medis, dan kepercayaan pasien.

Dengan fondasi tersebut, inovasi kesehatan diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan fasilitas pelayanan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Kita ingin Semarang semakin dikenal sebagai kota yang mampu mengembangkan pendidikan, inovasi, dan pelayanan kesehatan. Namun, yang paling utama adalah bagaimana perkembangan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat dan memperkuat kualitas hidup warga,” pungkas Agustina.***