USM Dorong Riset Inovatif untuk Menjawab Tantangan Perkotaan Masa Depan

InShot_20261027_000404984
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Universitas Semarang (USM) terus mendorong pengembangan penelitian berbasis teknologi yang mampu menjawab berbagai tantangan perkotaan di masa depan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Program Hibah Nasional Hackathon USM Smart City Deep Tech 2026 yang diarahkan untuk menghasilkan inovasi berkelanjutan dan dapat diterapkan secara nyata.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Rektor I USM, Prof. Dr. Ir. Haslina, M.Si., saat mewakili Rektor USM membuka Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Arrus Semarang, Kamis (15/10/2026).

Dalam sambutannya, Prof. Haslina berharap program hibah nasional tersebut mampu mendorong lahirnya prototipe teknologi yang memiliki manfaat nyata, nilai ekonomi, serta peluang implementasi untuk mengatasi berbagai persoalan perkotaan.

“Kami berharap, melalui program hibah nasional ini, lahir prototipe yang berkelanjutan. Hasil riset dan inovasi yang dikembangkan tidak berhenti sebagai gagasan atau prototipe, tetapi menghasilkan luaran berbasis teknologi yang memiliki nilai guna, nilai ekonomi, serta peluang implementasi untuk mengatasi berbagai persoalan smart city,” kata Prof. Haslina.

Kegiatan yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Semarang (LPPM USM) tersebut membahas proposal penelitian terbaik hasil seleksi yang akan memperoleh pendanaan melalui Program Hibah Nasional Hackathon USM Smart City Deep Tech 2026.

Program ini mendapat respons positif dari kalangan akademisi. Tercatat sebanyak 157 proposal penelitian masuk untuk mengikuti seleksi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 60 proposal dinyatakan lolos seleksi administrasi dan menjalani penilaian oleh 13 reviewer.

Baca Juga:  Pupuk Indonesia Niaga Suplai Pupuk Kebutuhan Domestik

Setelah melalui proses penilaian serta memperoleh masukan dari tim pakar, sebanyak 30 proposal terbaik ditetapkan untuk melanjutkan ke tahap pengembangan berikutnya.

Prof. Haslina mengapresiasi LPPM USM atas keberhasilannya memperoleh pendanaan program hibah nasional tersebut.

Menurutnya, program ini menjadi kesempatan bagi USM untuk memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah, dan industri dalam mengembangkan teknologi perkotaan.

“Kami berharap, program tersebut mampu memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah, dan industri. Dengan demikian, USM dapat berkontribusi dalam pengembangan teknologi perkotaan di tingkat nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua LPPM USM sekaligus Ketua Tim Task Force Programs, Prof. Dr. Ir. Mudjiastuti Handajani, M.T., menjelaskan bahwa tingginya jumlah proposal yang masuk melampaui perkiraan awal panitia, yakni sekitar 60 proposal.

Menurutnya, antusiasme tersebut menunjukkan besarnya minat dosen untuk mengembangkan penelitian dan inovasi.

Sejumlah proposal bahkan melibatkan mahasiswa serta mengusung kolaborasi dengan perguruan tinggi lain dan kalangan industri.

Setiap proposal yang terpilih akan memperoleh pendanaan sebesar Rp5 juta untuk meningkatkan Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT).

Dana tersebut diharapkan membantu peneliti menyempurnakan teknologi yang dikembangkan, termasuk mempersiapkan draf paten hingga tahap pengajuan bagi inovasi yang belum memiliki paten.

Prof. Mudjiastuti menegaskan, tujuan utama program ini bukan sekadar menghasilkan penelitian, melainkan memastikan hasil riset dapat dikembangkan lebih lanjut hingga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pemerintah.

Baca Juga:  Mahasiswa Ilkom USM Kampanyekan Pelestarian Aksara Jawa di CFD Simpang Lima Semarang

“Kami berharap, penelitian dosen-dosen dapat menghasilkan suatu alat yang dipatenkan, kemudian didorong menuju hilirisasi. Hilirisasi berarti alat atau teknologi tersebut dapat digunakan oleh masyarakat maupun pemerintah sehingga penelitian dan pengabdian kita benar-benar berdampak,” ungkapnya.

Untuk memastikan inovasi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan perkotaan, USM melibatkan reviewer dan tim pakar dari berbagai bidang, meliputi ekonomi, lingkungan, mobilitas, transportasi, serta digital dan teknologi.

Keterlibatan para pakar tersebut bertujuan menilai relevansi inovasi dengan berbagai persoalan perkotaan, khususnya dalam mendukung penerapan konsep kota cerdas atau smart city di Kota Semarang.

Selanjutnya, 30 tim terpilih akan mengikuti pendampingan pengembangan teknologi melalui sejumlah tahapan, mulai dari technical briefing, lokakarya (workshop), hingga bootcamp.

Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan kesiapan teknologi, menyempurnakan hasil penelitian, serta mempersiapkan inovasi agar dapat memasuki tahap hilirisasi.

Puncak program dijadwalkan berlangsung pada 2 Desember 2026 melalui agenda pitching, demo day, pameran inovasi, dan pengumuman pemenang.

Selain pendanaan awal bagi 30 proposal terpilih dengan total Rp150 juta, panitia juga menyiapkan hadiah sebesar Rp150 juta bagi para pemenang pada tahap akhir.

Reviewer Tekankan Relevansi Inovasi

Salah satu reviewer, Prof. Dr. Indarto, S.E., M.Si., menilai proposal yang diajukan para peneliti memiliki ide kreatif dan potensi inovasi yang baik.

Baca Juga:  Komunitas Tunas Kecil Berdikari USM Lakukan Gerakan Tanam Pohon di Desa Karangsono

Meski demikian, setiap usulan harus memenuhi sejumlah kriteria agar dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.

Menurutnya, salah satu aspek utama dalam penilaian adalah kontribusi inovasi terhadap penyelesaian persoalan smart city di Kota Semarang.

Proposal penelitian juga diharapkan terintegrasi dengan data dan program smart city pemerintah kota.

Dengan demikian, teknologi yang dikembangkan tidak hanya memiliki kebaruan, tetapi juga relevan dengan kebutuhan dan dapat memberikan manfaat nyata.

Selain aspek tersebut, kesiapan teknologi dan legalitas turut menjadi pertimbangan penting dalam proses seleksi.

Para peneliti diharapkan terus mengembangkan kreativitas dan inovasi agar hasil penelitian dapat berkontribusi bagi kemajuan USM, Kota Semarang, dan Indonesia.

Dukungan terhadap pengembangan riset di lingkungan perguruan tinggi juga disampaikan Ketua Pengurus Yayasan Alumni Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Ir. Hj. Kesi Widjajanti, S.E., M.M.

Ia mengapresiasi keberhasilan LPPM USM dalam memperoleh hibah nasional tersebut. Tingginya jumlah proposal yang masuk dinilainya sebagai indikasi meningkatnya antusiasme sivitas akademika dalam mengembangkan penelitian.

Melalui program Hackathon USM Smart City Deep Tech 2026, USM diharapkan mampu memperkuat ekosistem riset dan inovasi yang kolaboratif, sekaligus mendorong hasil penelitian perguruan tinggi agar tidak berhenti pada tataran akademis, tetapi berkembang menjadi solusi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan perkotaan.***