USM Raih Juara 1 Inovasi Pangan Mahasiswa di Agrichfest V 2026

InShot_20261027_001528090
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Universitas Semarang (USM) meraih juara 1 kategori Inovasi Pangan tingkat mahasiswa dalam ajang Agrichfest V 2026 yang digelar di Auditorium Ir. Widjatmoko USM, 14 Oktober 2026.

Prestasi tersebut diraih tim USM yang beranggotakan Ulin Ni’mah dan Fifi Mafawiza melalui inovasi pangan bertajuk Uwiz.

Keduanya berhasil mengungguli peserta dari perguruan tinggi lain dalam kompetisi yang diselenggarakan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) USM bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FTP dan Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknologi Hasil Pertanian (Himmateta).

Juara 2 kategori Inovasi Pangan Mahasiswa diraih tim Kakof dari Universitas PGRI Semarang yang beranggotakan Faurus Wijaya, Septa Yufi K., dan Indri Apriliasari.

Sementara itu, juara 3 diraih tim Kokatul dari perguruan tinggi yang sama, dengan anggota Naura Sahar B., Arina Aini N. K., dan Cintami Mega A. S.

Ketua Panitia Agrichfest V 2026, Shalih Ilham Zulmi, mengatakan kegiatan tersebut berlangsung lancar dan sukses.

Dia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi serta panitia yang bekerja keras menyukseskan rangkaian acara.

Baca Juga:  Rektor Universitas Semarang Lepas Empat Mahasiswa Peserta KKN Internasional ke Kuala Lumpur

Menurutnya, Agrichfest V 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum untuk memperingati Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada 16 Oktober 2026.

“Kami berharap kegiatan ini bermanfaat bagi mahasiswa, khususnya yang ingin mengembangkan potensinya dalam bidang pangan,” ujarnya.

Dorong Inovasi Pangan Berbasis Ilmu Pengetahuan

Dekan FTP USM, Prof. Dr. Ir. Rohadi, M.P., menyampaikan bahwa ilmu teknologi pangan memiliki peran penting dalam berbagai sektor industri, termasuk industri kopi dan profesi barista.

Menurut dia, profesi barista merupakan pekerjaan multidisiplin. Namun, penerapan ilmu teknologi pangan atau food science memiliki kontribusi dominan dalam menghasilkan produk minuman berkualitas.

Dia menjelaskan, kopi merupakan komoditas pangan hasil perkebunan yang membutuhkan penanganan dan pengolahan tepat, mulai dari tahap pascapanen hingga menjadi minuman siap saji.

Dalam kurikulum Program Studi S1 Teknologi Hasil Pertanian (THP) atau Teknologi Pangan (Tekpang), mahasiswa dibekali sejumlah mata kuliah yang berkaitan dengan pengolahan komoditas perkebunan, di antaranya Teknologi Pengolahan Kopi, Teknologi Pengolahan Teh, serta Teknologi Hasil Perkebunan.

Baca Juga:  Badan Saksi Nasional Partai Golkar Jawa Tengah Siap Mengawal Kemenangan di Pilkada 2024

“Mulai dari proses pascapanen mengonversi kopi gelondong menjadi kopi beras (green bean) melalui teknik fermentasi (wet process), proses penyangraian (roasting), menggiling, ekstraksi atau menyeduh, hingga memblending dan plating, semuanya sarat dengan sentuhan ilmu teknologi pangan,” ujar Prof. Rohadi.

Dia menambahkan, bekal keilmuan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung lulusan FTP untuk berkiprah di industri pangan, termasuk industri kopi.

Melalui Agrichfest 2026, Prof. Rohadi berharap muncul berbagai inovasi pangan baru yang ramah lingkungan, konten edukatif yang menginspirasi masyarakat, serta barista andal yang memiliki dasar keilmuan pangan yang kuat.

Pelajar Juga Tampilkan Inovasi Pangan

Selain kategori mahasiswa, Agrichfest V 2026 juga menghadirkan kompetisi Inovasi Pangan tingkat siswa. Ajang ini menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan kreativitas dan menghasilkan produk pangan inovatif.

Baca Juga:  Wali Kota Semarang Ingin Mewujudkan Pendidikan Inklusif dan Berkualitas

Juara 1 kategori Inovasi Pangan Siswa diraih SMKN 1 Temanggung melalui produk abon kulit nanas. Tim pemenang terdiri atas Achmad Fakhri Najai, Olivia Azzahra, dan Mazaya Nadine L.

Juara 2 diraih SMAN 2 Semarang melalui inovasi abon berbahan dasar bagian putih kulit durian. Tim tersebut beranggotakan Kaylila Nazwa P. F., Nadine Reisha A., dan Giorvano Julian S.

Adapun juara 3 diraih SMKN Jateng Pati melalui produk Daecrust, yang dikembangkan oleh Bunga Alfia Fitriani, Dinar Pamuji, dan Kirana Aureliya.

Sementara itu, penghargaan Juara Favorit Konten Kreator diberikan kepada SMKN 1 Jepara yang diwakili Ahmad Khoiril Anam dan Sania Aqilla D. M.

Rangkaian kompetisi tersebut menunjukkan keterlibatan pelajar dan mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas di bidang pangan.

Melalui kegiatan ini, USM diharapkan dapat terus mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya memiliki nilai kreativitas, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat dan industri pangan.***(bgy)