Tim PkM USM Dampingi Ibu-Ibu PKK Pagerwojo Kembangkan Usaha dan Tingkatkan Pendapatan

InShot_20261031_103804265
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen Fakultas Ekonomi Universitas Semarang (USM) memberikan pendampingan kepada kelompok ibu-ibu PKK Kelurahan Pagerwojo, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, baru-baru ini.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan ibu-ibu PKK dalam mengembangkan usaha rumahan sekaligus menambah pendapatan keluarga melalui pengolahan berbagai produk pangan lokal, seperti aneka keripik, keripik singkong, dan kopi bubuk.

Tim PkM USM dipimpin Teti Susilowati, S.E., M.M., dengan anggota Rahma Prafintasari, S.E., M.Si., Miftakhul Fuadi, S.E., M.M., Wahyu Puspitasari, S.E., M.M., dan Emy Susiatin, S.E., M.M.

Ketua Tim PkM, Teti Susilowati, mengatakan pendampingan tersebut tidak hanya berfokus pada keterampilan mengolah bahan pangan, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai strategi pemasaran, pengelolaan keuangan, serta pemanfaatan komoditas unggulan daerah menjadi produk bernilai ekonomi.

Baca Juga:  Tim PkM Universitas Semarang Beri Penyuluhan Pembuatan Produk Olahan Nata di SMK Negeri Bawen

Menurutnya, singkong merupakan salah satu bahan pangan lokal yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi beragam produk olahan dengan nilai jual lebih tinggi.

“Kami memberikan materi tentang cara mengolah ketela pohon atau singkong sehingga menjadi berbagai inovasi olahan yang bernilai ekonomi tinggi dan siap dijual,” katanya.

Teti menjelaskan, keberhasilan menjalankan usaha tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan produksi.

Para pengusaha juga perlu memperhatikan kualitas produk, menjaga loyalitas pelanggan, serta terus melakukan inovasi agar produk yang dihasilkan tidak monoton dan tetap mengikuti perkembangan tren pasar.

Selain itu, pengelolaan keuangan harus dilakukan secara tertib melalui pembukuan agar arus kas atau cash flow usaha dapat dipantau dengan baik.

Dari sisi pemasaran, peserta juga didorong memanfaatkan media sosial dan marketplace untuk memperluas jangkauan konsumen.

Baca Juga:  Miliki Keragaman Budaya, Irwan Hidayat: Semarang Layak Jadi Pintu Masuk Pariwisata Dunia

Penggunaan teknologi bisnis, termasuk platform perdagangan elektronik atau e-commerce, dinilai dapat membantu usaha rumahan berkembang lebih luas.

“Untuk menjadi wirausahawan yang sukses itu harus kreatif, memiliki niat yang kuat, semangat yang tinggi, jiwa kepemimpinan yang bagus, serta komitmen yang tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, anggota tim PkM, Rahma Prafintasari, menekankan pentingnya membangun karakter kewirausahaan yang tangguh.

Menurutnya, terdapat sejumlah konsep dasar yang perlu dimiliki seorang pengusaha, yakni kelincahan, daya tahan, kecepatan, kelenturan, dan kekuatan dalam menghadapi dinamika usaha.

Ia juga mengingatkan peserta agar membiasakan diri melakukan pencatatan keuangan secara rutin. Salah satu hal mendasar yang harus diperhatikan adalah memisahkan keuangan usaha dari keuangan rumah tangga.

“Pada intinya, keuangan usaha harus terpisah dengan keuangan rumah tangga dan harus tertib tercatat dalam pembukuan kas, buku penjualan, pembelian bahan, dan persediaan,” jelasnya.

Baca Juga:  Percepat Semarang Bebas TBC, Mbak Ita Dorong Kolaborasi Multi Sektor

Hal senada disampaikan Wahyu Puspitasari. Ia menilai usaha kreatif yang dikelola ibu rumah tangga dapat menjadi salah satu sumber tambahan pendapatan keluarga, selain penghasilan yang diperoleh dari suami.

Melalui pendampingan tersebut, pihaknya berharap ibu-ibu PKK Pagerwojo semakin termotivasi untuk mengembangkan potensi usaha yang dimiliki, sekaligus menerapkan pengelolaan bisnis secara lebih terarah.

“Kami berharap, melalui kegiatan ini ibu-ibu semakin menyadari perlunya melakukan usaha dengan pengelolaan yang baik dan konsisten,” ujarnya.

Pendampingan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi ibu-ibu PKK Pagerwojo untuk mengembangkan usaha rumahan yang produktif, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan ekonomi keluarga.***(bgy)