Petanque Kota Semarang Gagal Raih Emas di Hari Pertama, 10 Nomor Jadi Peluang Kebangkitan
SEMARANG, (Harianterkini.id) – Kontingen petanque Kota Semarang belum berhasil menyumbangkan medali emas pada hari pertama pertandingan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.
Meski demikian, peluang untuk mengejar prestasi tertinggi masih terbuka dengan tersisa 10 nomor pertandingan yang akan diikuti.
Pada pertandingan yang berlangsung di Graha Wiyata Patemon, Gunungpati, Kota Semarang, Senin (26/10/2026), tiga nomor yang dipertandingkan belum memberikan hasil maksimal bagi tuan rumah. Ketiga nomor tersebut yakni shooting man, shooting woman, dan triple mix A.
Asisten Pelatih Petanque Kota Semarang, Hananto Tyas Saputro, mengatakan hasil pada hari pertama menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih dan atlet.
Sejumlah aspek yang perlu diperbaiki di antaranya kesiapan fisik sebelum bertanding, konsentrasi, serta kemampuan mempertahankan keunggulan saat pertandingan memasuki fase krusial.
“Kita masih optimistis. Jadi memang masih ada 10 nomor dan bisa kita ambil, insyaallah, di hari-hari berikutnya,” kata Hananto saat ditemui di Graha Wiyata Patemon, Gunungpati, Senin (26/10/2026).
Keunggulan Sempat Lepas di Pertandingan Beregu
Salah satu hasil yang menjadi perhatian tim pelatih terjadi ketika Kota Semarang menghadapi Purworejo.
Dalam pertandingan tersebut, atlet Kota Semarang sempat tertinggal 1-8. Namun, mereka mampu bangkit dan membalikkan keadaan hingga unggul 12-9.
Sayangnya, keunggulan tersebut tidak berhasil dipertahankan. Saat hanya membutuhkan satu poin tambahan untuk memastikan kemenangan, atlet Kota Semarang justru kehilangan momentum hingga akhirnya kalah tipis 12-13.
“Ketika 12-9 harusnya satu lagi itu bisa menang. Tapi malah tertinggal, kalah menjadi 13-12,” ungkapnya.
Kekalahan juga dialami saat menghadapi Purbalingga. Atlet Kota Semarang sempat tertinggal cukup jauh dengan skor 0-7.
Meski berusaha mengejar dan memperkecil selisih angka, pertandingan akhirnya dimenangkan Purbalingga dengan skor 13-11.
Hananto menilai hasil tersebut menunjukkan masih adanya pekerjaan rumah bagi tim, terutama dalam menjaga konsistensi permainan sejak awal hingga akhir pertandingan.
Menurutnya, kesiapan atlet sebelum memasuki lapangan menjadi faktor penting. Kondisi fisik yang belum sepenuhnya siap dapat memengaruhi performa dan menyulitkan atlet ketika harus mengejar ketertinggalan.
“Harusnya memang kita sudah siap di lapangan, tubuhnya sudah siap. Kemudian di permainan pun lebih enak. Cuma tadi sempat tertinggal, mencoba mengejar, tetapi tetap di pertandingan pertama dan pertandingan kedua kalah,” jelasnya.
Hasil Nomor Shooting Belum Sesuai Target
Evaluasi lainnya datang dari nomor shooting man dan shooting woman. Pada race pertama, atlet putra mencatatkan skor 24, sedangkan atlet putri memperoleh 22.
Sementara pada race kedua, atlet putra mencatatkan skor 22 dan atlet putri 17. Perolehan tersebut masih berada di bawah target yang telah ditetapkan tim pelatih.
Hananto menjelaskan, pihaknya menargetkan skor 35 untuk nomor shooting man dan 29 untuk shooting woman. Namun, hasil yang diperoleh pada pertandingan hari pertama belum memenuhi harapan tersebut.
“Yang shooting man itu 24, yang shooting woman-nya 22. Terus di race keduanya, shooting man-nya itu 22, yang woman-nya 17,” paparnya.
Dalam nomor shooting, perolehan skor pada tahap awal menjadi faktor penting untuk menentukan posisi atlet dan peluang melanjutkan persaingan ke babak berikutnya.
Setelah penentuan peringkat, pertandingan dilanjutkan dengan sistem battle.
Karena itu, tim pelatih berharap atlet dapat meningkatkan ketepatan, konsentrasi, dan kesiapan teknis agar mampu mencatatkan hasil lebih baik pada kesempatan berikutnya.
Bidik Hasil Positif di Tiga Nomor Hari Kedua
Setelah melewati tiga nomor pertandingan pada hari pertama, petanque Kota Semarang masih memiliki 10 nomor tersisa dari total 13 nomor yang diikuti.
Pada Selasa (27/10/2026), kontingen Kota Semarang dijadwalkan kembali bertanding pada nomor single man, single woman, dan triple mix B.
Tim pelatih akan memaksimalkan persiapan sebelum pertandingan, terutama dalam hal kesiapan fisik dan pemanasan. Atlet diharapkan datang lebih awal ke lokasi agar memiliki waktu cukup untuk mempersiapkan kondisi tubuh sebelum memasuki arena.
Hananto menegaskan, evaluasi pada hari pertama akan menjadi perhatian agar kesalahan serupa tidak kembali terjadi.
“Evaluasinya memang kita harus siap lebih awal, kita datang lebih awal, bisa menyiapkan kondisi fisik dulu, memanaskan kondisi tubuh,” ujarnya.
Selain persiapan fisik, kemampuan mengendalikan permainan dan meminimalkan kesalahan sendiri juga menjadi perhatian. Tim pelatih berharap atlet mampu memanfaatkan setiap peluang, terutama ketika sudah berada dalam posisi unggul.
Meski belum memperoleh emas pada hari pertama, Hananto tetap optimistis peluang meraih medali masih terbuka di nomor-nomor berikutnya.
“Kalau untuk medali sepertinya semua masih memungkinkan,” tuturnya.
Dengan masih tersisa 10 nomor pertandingan, petanque Kota Semarang bertekad memperbaiki hasil dan menjaga peluang meraih medali pada Porprov Jawa Tengah 2026.
Hasil pertandingan hari kedua pun menjadi momentum penting untuk membangun kembali kepercayaan diri sekaligus mengejar target prestasi.***
