Harga Tembakau Naik, Petani Semringah

dsgg
Bagikan:

REMBANG (Harianterkini.id) – Petani tembakau di Kabupaten Rembang saat ini meraup keuntungan, dari hasil jerih payahnya dalam beberapa bulan ini. Seperti di Desa Pragu, Kecamatan Sulang, di sepanjang jalan, bisa dijumpai tanaman tembakau. Masuk ke pemukiman, banyak kegiatan menjemur daun tembakau, termasuk memetik daunnya di sawah saat pagi hari.

Hilir mudik juga bisa dilihat pengendara sepeda motor yang membawa gulungan daun tembakau. Yang selanjutnya, dilakukan proses pemilahan, perajangan, penjemuran, sampai pada pengumpulan dalam satu bungkusan besar berbentuk persegi besar, yang disebut satuan per bal tembakau.

Baca Juga:  PLN Siap Laksanakan RUPTL 2025-2034 untuk Tingkatkan Investasi, Serap Tenaga Kerja dan Perkuat Ekonomi mikro

Petani tembakau Rukun, mengaku senang karena harga tembakau pada tahun ini mengalami kenaikan. Harganya naik Rp3 ribu per grade.

Saat ini, dia berhasil menjual lima bal tembakau ke PT Sadana, dengan harga rata-rata Rp45 ribu per kilogram. Untuk lima bal, Rukun membawa pulang uang Rp10,5 juta.

Baca Juga:  Gelar Media Gathering, Awanngroup Beri Apresiasi Kepada Warga Semarang yang Beri Komentar Positif Terhadap Pembangunan Kota

“Tembakau saya masuk di grade S1 semua. Harganya Rp45 ribuan,” ungkap Rukun, saat ditemui di tempat rajangan tembakaunya, Rabu (6/9/2023).

Selain harganya yang naik, dia juga bersyukur atas kondisi cuaca tahun ini.

Baca Juga:  Perubahan Jadwal KA Keberangkatan Daop 4 Semarang per 1 Desember 2025, Pelanggan Diimbau Perhatikan Jadwal dengan Baik

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ramuntani. Dirinya malah sudah empat kali menjual tembakau tahun ini. Grade tembakau yang dijualnya SSP. Bahkan, setelah ini, dirinya akan menjual enam bal tembakau lagi.

“Grade SSP Rp46 ribu per kilogram. Alhamdulillah, jual empat kali sudah Rp30 jutaan,” ungkapnya.