Presiden Jokowi Kaji Plus-Minus Sistem PPDB

fmm
Bagikan:

JAKARTA (Harianterkini.id) – Presiden Joko Widodo tengah mempertimbangkan sejumlah hal terkait penghapusan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi.

Sistem ini sebelumnya mendapat banyak protes karena terindikasi kecurangan.

“(Sedang-red) dipertimbangkan. Akan dicek secara mendalam dulu plus minusnya,” ujar Presiden Jokowi, Kamis (10/8/23).

Baca Juga:  Wali Kota Semarang Awali Safari Ramadhan 1447 H dengan Distribusi 20.000 Al-Qur’an

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendi mengatakan, sistem zonasi lebih bagus dari yang lama. Alasannya, sistem PPDB telah membuat pemerataan sekolah dan pendidikan, sehingga tidak ada kastanisasi sekolah.

Baca Juga:  Pemko Pekanbaru Ingatkan ASN tak Nongkrong di Kedai Kopi Saat Jam Kerja

Menurut dia, sebelum ada PPDB Zonasi, kecurangan kerap terjadi. Misalnya seperti pemalsuan nilai hingga jual beli kursi.

“Kebijakan tersebut juga bertujuan mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan. Terkait masalah kecurangan dalam PPDB, menurut saya bukan karena kesalahan sistem,” terang Menteri Muhadjir.

Baca Juga:  Keberhasilan Transformasi dan Inovasi Digital Pelayanan Pelanggan PLN Meraih 2 Penghargaan Internasional

Sebagai antisipasi kecurangan tersebut, Menteri Muhadjir telah memerintahkan pemerintah daerah untuk segera menyusun peraturan. Tujuannya, ketika ada kecurangan terdeteksi, akan ada penindakan yang jelas.