ITMI Kota Semarang Gelar Acara Ramadhan, Zainal Petir Ungkap Manfaat Berkumpul dengan Orang Fakir

SEMARANG (Harianterkini.id) – Apabila pejabat negara seperti menteri, bupati/walikota, atau gubernur sering berinteraksi dengan orang fakir/miskin, maka mereka akan cenderung terhindar dari sifat yang buruk seperti kemaruk, serakah, dan bahkan korupsi. Hal ini diungkapkan dalam acara buka bersama dan safari Ramadhan ITMI (Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia) Kota Semarang pada tanggal 30 Maret 2024 di masjid Jami Al Jauhari Banyumanik, Semarang.

Menurut Zainal Petir, dalam kitab Nashaihul Ibad terdapat banyak nasehat yang sangat bermanfaat untuk kehidupan. Dia menyatakan bahwa berkumpul dengan orang fakir dapat membentuk sikap sabar, ikhlas, dan kesalehan sosial yang tinggi.

“Hatinya mudah trenyuh melihat orang miskin cepat-capat ingin menolong, juga rasa syukur atas nikmat Allah SWT sangat kuat, ” ungkap Zainal Petir yang juga pengurus MUI Jateng.

Zainal Petir juga menyampaikan bahwa hatinya mudah tersentuh melihat orang miskin yang ingin menolong dengan cepat, serta memiliki rasa syukur atas nikmat Allah SWT yang kuat. Dia juga terharu melihat kehidupan teman-teman tuna netra yang selalu bersikap optimis dan tidak pernah mengeluh meskipun mereka memiliki keterbatasan dalam mencari nafkah, kebanyakan dari mereka adalah tukang pijat tradisional.

“Saya lebih dari 8 tahun sebagai penasehat teman-teman tuna netra muslim. Mereka selalu bersyukur, tidak pernah ada kata hujatan kepada Allah SWT, misal, mengeluh atas nasib mereka tidak bisa melihat “dunia”. Justru mereka sangat tekun menjalankan sholat, membaca Al Qur’an braile dan melakukan kajian Islam. Mereka asyik dengan ibadah tanpa mengeluh, ” Ungkap Zainal Petir selaku penasehat ITMI Kota Semarang.

Dia telah menjadi penasehat bagi teman-teman tuna netra Muslim selama lebih dari 8 tahun, dan dia menyaksikan bahwa mereka selalu bersyukur dan tekun dalam menjalankan ibadah, meskipun tidak pernah mengeluh tentang keterbatasan mereka. Mereka rajin menjalankan sholat, membaca Al-Qur’an dalam bentuk braille, dan mengikuti kajian Islam.

Zainal Petir juga mengamati bahwa teman-teman tuna netra Muslim tidak terlalu memikirkan dunia, melainkan lebih fokus pada bagaimana ibadah mereka bisa diterima oleh Allah SWT. Sebagai contoh, Andi Setiono, ketua ITMI, membahas tentang bagaimana penyandang disabilitas tuli buta dapat mengikuti imam saat sholat berjamaah dengan memberikan isyarat. Di Semarang saja, anggota ITMI berjumlah lebih dari 70 orang.

About Author