Antisipasi Kerawanan Pilkada 2024, Pemprov Jateng Tingkatkan Koordinasi dengan Berbagai Pihak
SEMARANG (Harianterkini.id) – Untuk mengantisipasi risiko pada setiap tahapan Pilkada serentak 2024, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak. Penjabat Gubernur Jateng, Nana Sudjana, mengatakan bahwa salah satu langkah mitigasi adalah dengan melakukan koordinasi antara Pemprov Jateng, KPU, Bawaslu, TNI, Polri, dan Kejaksaan Tinggi.
Menurutnya, potensi risiko pada penyelenggaraan Pilkada sangat beragam, mulai dari persaingan antar partai politik pendukung yang sangat ketat, hoaks, ujaran kebencian, politik uang, hingga netralitas aparatur sipil negara (ASN). “Saya rasa Pilkada lebih rentan dibandingkan Pilpres,” tambah Nana.
Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mengantisipasi konflik antarkelompok pendukung. Selain itu, Nana menekankan pentingnya meningkatkan koordinasi dan konsolidasi dengan instansi terkait guna menjaga kondusivitas, kelancaran, dan ketertiban wilayah selama pemilu.
Untuk mengawal dan mengamankan Pilkada Serentak di Jawa Tengah, Pemprov Jateng telah menyiapkan Satlinmas. Setelah Pemilu 2024 pada Februari lalu, sudah ada 97.291 anggota Satlinmas yang telah menjalani pelatihan. Jumlah tersebut masih akan bertambah sesuai dengan kebutuhan KPU, mengingat jumlah TPS yang diperkirakan akan digunakan untuk Pilkada di Jawa Tengah sebanyak 58.677 lokasi.
Ketua KPU Jateng, Handi Tri Ujiono, mengatakan bahwa dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk anggaran, fasilitasi, dan SDM, termasuk dua linmas di tiap TPS, sudah dipersiapkan.