Pemerintah Kota Semarang Komitmen Tangani Stunting Bersama Akademisi Dan Masyarakat

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus memperkuat komitmennya dalam upaya pencegahan stunting melalui berbagai program kolaboratif. Hal itu disampaikan Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, saat menghadiri kegiatan Week Care ‘Uji Coba Makan Bersama Balita untuk Pencegahan Stunting’, belum lama ini.
Wali Kota Semarang, yang akrab disapa Mbak Ita itu, juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam mempersiapkan generasi emas 2045.
“Saya sangat mengapresiasi inisiatif yang luar biasa dari Pak Mahmud Nurwindu dan LPPM Undip. Mijen memiliki peran strategis sebagai penyangga ketahanan pangan Kota Semarang,” kata Mbak Ita Itu.
“Tentu kegiatan ini bukan sekadar makan bersama, tetapi menjadi langkah penting untuk memastikan tumbuh kembang anak yang optimal,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Mbak Ita mengungkapkan bahwa, Pemkot Semarang akan mendukung penuh agar program ini bisa berjalan lebih sering dan menjangkau lebih banyak anak.
“Kami akan mendukung agar program ini ke depannya dapat berlangsung hingga tiga kali seminggu. Dengan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk Rumah Sakit Mijen yang memang memiliki spesialisasi dalam penanganan stunting, saya yakin program ini bisa memberi dampak lebih luas,” ungkapnya.
Diketahui bahwa, kegiatan ini diinisiasi oleh tokoh masyarakat Mahmud Nurwindu dan melibatkan berbagai pihak, termasuk ibu-ibu kader FKK, PKK, Posyandu, akademisi dari LPPM Universitas Diponegoro (Undip), serta perangkat kelurahan dan kecamatan.
Dalam kegiatan tersebut, para ibu hamil dan ibu balita mendapatkan edukasi tentang makanan bergizi, praktik memasak, serta sesi makan bersama dengan 20 balita yang hadir.
Senada dengan Wali Kota Semarang, Mahmud Nurwindu menekankan bahwa pencegahan stunting harus dilakukan secara serius agar jumlah kasus tidak terus bertambah.
“Pada dasarnya, untuk mengentaskan stunting, kita harus fokus pada pencegahan. Maka, kegiatan hari ini kita melibatkan ibu hamil, ahli gizi dari LPPM Undip, dan ibu-ibu yang memiliki anak balita,” ujar Mahmud.
“Kami mensosialisasikan bagaimana makanan bergizi dibuat, cara memasaknya, lalu memberikan hasilnya kepada anak-anak. Dari pengamatan awal, terlihat anak-anak lebih bersemangat makan,” jelasnya.
Mahmud juga menambahkan bahwa program ini akan dievaluasi dan berpotensi ditingkatkan menjadi tiga kali seminggu di tingkat kecamatan dengan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Mijen.
Sementara itu Ketua LPPM Universitas Diponegoro Prof. Suherman mengatakan bahwa, program ini selaras dengan misi Undip dalam ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan.
“Stunting sangat relevan dengan apa yang sudah dilakukan Pak Mahmud. Kami dari LPPM Undip mendukung penuh kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Prof. Suherman
Terakhir, Pemkot Semarang berharap program ini dapat diperluas dan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam menanggulangi stunting secara komprehensif.
Dengan sinergi yang kuat, diharapkan upaya ini dapat membawa dampak positif bagi kesejahteraan anak-anak di Kota Semarang.***