Wali Kota Semarang Hadiri Acara Festival Seni Budaya Lintas Agama dan Pawai Ogoh-Ogoh di Pemuda 

InShot_20250427_085229008
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, sukses menggelar pelaksanaan Festival Seni Budaya Lintas Agama dan Pawai Ogoh-Ogoh, di Jl. Pemuda Semarang, Sabtu, 26 April 2025.

Diketahui bahwa Festival Seni Budaya Lintas Agama dan Pawai Ogoh-Ogoh yang digelar merupakan inisiatif dari PHDI dan FKUB Kota Semarang, yang difasilitasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Sebagai informasi bahwa, acara Festival Seni Budaya Lintas Agama dan Pawai Ogoh-Ogoh di mulai pada pukul 16.00 WIB, hari Sabtu sore, 26 April 2025 dan dibuka secara resmi oleh Wali Kota Semarang dengan ditandai oleh pemukulan gong.

Sedangkan untuk rute pawai, yakni dari Balaikota Semarang – Jalan Pandanaran – berakhir di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang.

Acara yang mengusung tema ‘Keberagaman Sebagai Perekat Persatuan dan Kesatuan Guna Mendukung Program Ayo Wisata ke Semarang’ itu, di hadiri oleh ribuan warga Kota Semarang yang menyaksikan langsung pawai Ogoh-Ogoh.

Baca Juga:  Tim PkM Universitas Semarang Beri Penyuluhan Olahan Kulit Pisang Kepok

Terlihat, ribuan masyarakat sangat antusias menyaksikan pagelaran budaya yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya itu.

Diketahui, sebelum acara di mulai, Wali Kota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M. bersama Wakil Wali Kota Semarang, Ir. Iswar Aminuddin, M.T. terlebih dulu menyapa ribuan warga yang sudah menunggu di depan Kantor Balaikota Semarang.

“Ini bagian dari keragaman budaya yang sedang kita coba untuk selalu ditampilkan, supaya kita, Semarang ini juga bisa terangkat menjadi tujuan wisata,” kata Wali Kota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M. kepada wartawan usai acara.

Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu, juga menjelaskan bahwa acara ini menunjukkan akulturasi budaya dan toleransi umat beragama di Kota Semarang.

Harapannya, festival ini bisa mengobarkan semangat keberagaman, inklusivitas, dan kebersamaan.

“Hari ini temanya adalah di-lead oleh teman-teman Hindu. Kemarin pada saat dugderan di-lead oleh teman-teman yang muslim. Nanti acara paskah di-lead oleh teman-teman yang beragama Kristen,” jelas Agustina.

Baca Juga:  Polda Jawa Tengah Himbau Masyarakat Patuhi Pengalihan Arus Selama Aksi May Day 2025

Agustina menambahkan bahwa Kota Semarang adalah rumah bagi siapa pun, tanpa memandang agama, suku, atau latar belakang budaya.

“Ini ada teman-teman tamu dari Bali juga yang perform. Harapannya Semarang juga bisa setara dengan Bali untuk pariwisatanya,” imbuhnya.

Agustina juga tak lupa mengucapkan terimakasih kepada seluruh warga Semarang yang hadir langsung menyaksikan Ogoh-Ogoh. Pihaknya berpesan agar sebagai manusia harus saling menghargai dan menghormati satu sama lain.

“Terimakasih njeh Bu, Pak, semua yang hadir sore ini, luar biasa, warga Semarang memang sangat keren,” ucapnya.

“Ingat njeh, bahwa kita harus jaga Kota Semarang bareng-bareng, kita harus saling menghormati, dan menghargai satu sama lain, serta kita harus selalu melestarikan budaya-budaya yang ada di Semarang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Wing Wiyarso menjelaskan, wisatawan dewasa ini menunggu acara-acara budaya di Kota Semarang. Karenanya, Pemkot Semarang berupaya menampilkan sesuatu yang baru dan segar setiap tahunnya.

“Adapun pada festival kali ini ada tiga Ogoh-Ogoh yang ditampilkan,” ujar Wing.

Baca Juga:  Wali Kota Semarang Sambut Ribuan Pemudik Naik Kapal Perang Gratis di Pelabuhan Tanjung Mas

“Sebenarnya kita harap bisa lebih banyak tetapi karena ada kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat sehingga beberapa perwakilan dari luar kota ini banyak yang mengundurkan diri, karena memang keterbatasan anggaran,” ungkapnya.

“Namun kita tidak berkecil hati, karena dari komunitas lokal banyak yang meramaikan,” pungkasnya.

Sebagai informasi bahwa, Festival dimeriahkan dengan penampilan Warak Ngendog oleh Peradah Semarang. Kelompok kesenian Lintas Agama yang berpartisipasi antara lain Umat Hindu dari berbagai daerah, umat Buddha, Katolik, Kristen (PGKS), Islam (Ponpes Nadlatus Sub’an), dan Penghayat Kepercayaan (MLKI).

Atraksi budaya Tionghoa hadir lewat Barongsai dari Matakin. Dua Ogoh-Ogoh diiringi oleh kelompok baleganjur dari Peradah Semarang dan Kabupaten Jembrana, Bali.

Atraksi kemudian ditutup dengan Sendra Tari “Legenda Selat Bali” di Simpang Lima.

“Ya ini kan agenda tahunan, ya mudah-mudahan, tahun depan sudah tidak ada lagi efisiensi, jadi nanti tahun depan bisa lebih besar acaranya, ya seperti tahun-tahun lalu,” kata Wing.***