UKM Pilus Universitas Semarang  Sukses Gelar Konselor Sebaya

InShot_20250430_200321505
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Unit Kegiatan Mahasiswa Pusat Informasi dan Layanan Konseling Universitas Semarang (UKM Pilus USM) sukses menyelenggarakan Pelatihan Peer Counselor bertajuk “Healing Inside Out, Self talk dan Pertolongan Emosional untuk Hubungan yang Sehat”.

Diketahui bahwa, Kegiatan yang berlangsung pada 26 April 2025, di Gedung V, Lantai 6 Aula Prof. Ir. Joetata Hadihardaja Universitas Semarang itu diikuti 50 peserta.

Acara dibuka Ketua Panitia, Tyas Mardiana. Dalam sambutannya, Tyas menyampaikan pentingnya pelatihan tersebut untuk edukatif sekaligus ruang diskusi bagi generasi muda dalam membangun hubungan yang sehat secara emosional, psikologis, dan sosial.

Baca Juga:  Libur Nataru Usai, Daop 4 Semarang Sukses Layani 823 Ribu Penumpang

”Kami berharap, melalui pelatihan ini peserta dapat memahami peran konselor sebaya, meningkatkan keterampilan pertolongan emosional, serta mengembangkan self-talk positif untuk menciptakan lingkungan yang suportif,” kata Tyas.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber Yudi Kurniawan, S.Psi., M.Psi., Psikolog, selaku kepala Program Studi Fakultas Psikologi Universitas Semarang.

Dalam paparannya, Yudi mengupas tuntas pentingnya membangun relasi yang sehat di kalangan remaja serta mengenalkan teknik-teknik dasar konseling sebaya.

Baca Juga:  PKKMB Univet Bantara Sukoharjo, Pendiri Josant And Friend's Law Firm Ajak Mahasiswa Baru Menjadi Agen Perubahan Bangsa

”Seorang konselor sebaya harus memiliki kepribadian terapeutik, yaitu kepribadian yang mampu menciptakan suasana aman, nyaman, dan penuh empati. Ini adalah pondasi utama dalam membantu orang lain melalui proses penyembuhan emosionalnya,” ujar Yudi.

Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan emosional diri sebelum membantu orang lain.

”Bayangkan sebuah ember yang terus diisi air jika tidak dikosongkan atau dijaga kapasitasnya akan meluap. Demikian juga diri kita. Wajar untuk mengambil jeda dan memprioritaskan kesehatan emosional sendiri sebelum mendengarkan masalah orang lain,” tuturnya.

Baca Juga:  Citra Resmi Pimpin KNPI Kota Semarang, Fokus ke Isu Lingkungan dan Pendidikan

Suasana kegiatan semakin hidup saat peserta diajak mempraktikkan roleplay counseling.

Melalui simulasi itu, peserta berkesempatan mengeksplorasi keterampilan konseling dasar, meningkatkan empati, serta memperdalam pemahaman terhadap dinamika pertolongan emosional secara langsung.

Pelatihan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber sebagai apresiasi atas kontribusi ilmu yang diberikan. Kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan panitia, mengabadikan momen kolaboratif dan penuh semangat.***(bgy).