Kapolda Jawa Tengah Terjunkan 8750 Personil Untuk Amankan Mayday

InShot_20250501_215548878
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menegaskan bahwa seluruh pengamanan aksi May Day 2025 di wilayah Jawa Tengah akan dilaksanakan secara humanis.

Penegasan itu disampaikannya saat diwawancarai awak media di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis pagi, 1 Mei 2025 menjelang dimulainya aksi unjuk rasa buruh dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday).

“Kegiatan pengamanan hari ini serentak kita lakukan di seluruh kabupaten dan kota yang ada di Jawa Tengah,” kata Kapolda Jateng.

Baca Juga:  Cegah Emosi karena Lelah, Tim Dokkes Polda Jateng Jaga Kebugaran Personel Pengamanan Mayday 2025

“Personel yang kita siapkan ada 8.750 personel ditambah kekuatan dari instansi terkait yang membantu kita untuk melaksanakan pengamanan May Day ini,” imbuhnya.

Ia menekankan bahwa seluruh personel yang bertugas telah diinstruksikan untuk bertindak secara persuasif dan menghindari tindakan represif.

Kapolda berharap seluruh elemen masyarakat, khususnya para buruh yang mengikuti kegiatan hari ini, dapat menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

“Saya berharap rekan-rekan buruh dan semua yang mengikuti kegiatan bisa menjaga keamanan dan ketertiban. Berharap kerja sama yang baik dari seluruh peserta aksi untuk menciptakan suasana yang kondusif,” jelasnya.

Baca Juga:  Pemkab Cilacap Lakukan Program Vaksin Polio Massal di Pertengahan Januari 2024

Sebelumnya, dalam apel kesiapan pengamanan yang digelar di lokasi yang sama, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Syahduddi juga menekankan bahwa seluruh anggota Polri tidak diperkenankan membawa senjata api selama pengamanan. Ia meminta Propam untuk melakukan pemeriksaan pasca apel guna memastikan hal tersebut dipatuhi.

“Dalam pengamanan kegiatan May Day hari ini, diperintahkan kepada seluruh anggota Polri tidak ada yang membawa senpi. Tolong setelah apel pagi ini Propam melakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak ada personel yang membawa senjata api,” tegas Kombes Pol Syahduddi.

Baca Juga:  Universitas Semarang Perkuat Jejaring Internasional Lewat Summer Space

Kapolda Jateng juga menyampaikan bahwa seluruh tindakan harus berpedoman pada Perkap No. 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian.

“Jadikan para peserta aksi sebagai teman kita, kawan kita yang harus kita jaga, kita rangkul, kita lindungi dan kita layani,” tandasnya.***

Sumber : Bid Humas Polda Jateng