Tim SAR Gabungan Dibantu Warga Berhasil Temukan Korban Hanyut di Sungai Progo Magelang Dalam Keadaan Meninggal Dunia

InShot_20250614_102843989
Bagikan:

MAGELANG, (Harianterkini.id) – Endang Mustawa (43), pencari ikan di Sungai Progo Magelang yang pada hari Rabu, 11 Juni 2025 malam diketahui hanyut dan hilang akhirnya berhasil ditemukan. Warga Jetis RT. 01/RW. 02 Karangrejo, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang itu ditemukan pada Jum’at, 13 Juni 2025, pukul 17.30 WIB dan sudah dalam keadaan meninggal dunia.

“Korban EM ditemukan sejauh 5 KM oleh seorang pemancing yang kebetulan melihat ada mayat terjepit diantara bebatuan,” kata Budiono, Kepala Basarnas Semarang.

Baca Juga:  Pemerintah Kota Semarang Usulkan KH Sholeh Darat Jadi Pahlawan Nasional

“Penemuan itu kemudian dilaporkan ke pihak berwenang dan diteruskan ke tim SAR gabungan yang kebetulan sedang melakukan pencarian,” imbuhnya.

Diketahui bahwa, setelah dievakuasi tim SAR Gabungan dan diidentifikasi ternyata benar itu jasad EM yang sedang dicari. Posisinya sekarang sudah di rumah duka.

Seperti diberikan sebelumnya, Endang Mustawa hanyut dan hilang saat menjala di sungai Progo.

Baca Juga:  UKM Paskibra USM Sukses Gelar Lomba GAP 9, SMK Negeri 2 Salatiga Juara Umum

Saat itu korban bersama dua rekannya menjala ikan di lokasi yang berjauhan. Naas, pada pukul 18.30 WIB saat mereka menjala, tiba-tiba arus sungai meninggi dan kencang. Diduga daerah hulu sungai sedang dilanda hujan deras.

Awalnya mereka bertiga berhasil menepi menyelamatkan diri namun di lokasi yang terpisah, dengan posisi EM berada berseberangan dengan kedua rekannya.

Baca Juga:  Rektor Universitas Semarang Laksanakan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Surodadi Demak

Karena kondisi sudah gelap dan debit sungai bertambah tinggi tanpa disadari EM yang berada diseberang tak lagi terlihat dan akhirnya hilang.

“Terimakasih untuk tim SAR gabungan atas usahanya sehingga korban lekas ditemukan. dan semoga masyarakat bisa lebih berhati-hati lagi bila beraktivitas di sungai. Tetap waspada dan hentikan aktivitas bila situasi mulai berbahaya,” ungkapnya.***

Sumber Berita : Basarnas Kota Semarang