Mahasiswa MBKM Universitas Semarang Beri Pelatihan Buat Konten Kepada Ibu-Ibu Kelurahan Sukorejo

InShot_20250630_071419281
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Sejumlah mahasiswa Universitas Semarang (USM) yang melakukan kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberikan pelatihan membuat konten kepada ibu-ibu di Kampung Jawi, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu, 25 Juni 2025.

Para peserta yang diajarkan membuat konten itu merupakan para pedagang makanan dan minuman khas yang biasanya berjualan di Kampung Jawi.

Mereka selama ini belum memaksimalkan penggunakan teknologi digital untuk memasarkan dagangannya.

Mereka terlihat antusias, saat Dosen Ilmu Komunikasi USM Ayang Fitrianti menjelaskan hal dasar membuat konten digital, mulai dari teknik pengambilan gambar dan menulis caption.

”Kalau motret makanan harus perhatikan angle, komposisi cahaya, serta jarak pengambilan. Kemudian tipografi, warna, dan logo merek, juga harus dibuat unik dan menarik,” ujar Ayang.

Baca Juga:  Kejari Kota Semarang Rilis Capaian Kinerja, Berhasil Selamatkan Keuangan Negara dari Korupsi dan TPPU Hingga 4,6 Miliar

Ayang juga memberikan conton salah satu konten yang berhasil mencuri perhatian publik karena menggunakan model pemulung untuk celana jeans yang mereka jual.

”Produk celana jeans dari Rucas bahkan meraih rekor penjualan online tercepat dan menerima penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri), karena menggunakan model seorang pemulung yang di make over hingga tampil berkelas,” Kata Ayang yang juga aktif sebagai Conten Creator.

Wakil Ketua MBKM, Aura Arleannisa mengatakan, tujuan kegiatan untuk meningkatkan kemampuan warga Kampung Jawi dalam menciptakan dan mengelola konten digital secara mandiri.

Baca Juga:  Universitas Semarang Menggelar FGD Perlindungan Penelitian Medis

Harapannya, potensi lokal Kampung Jawi dapat dikenal luas melalui media sosial dan platform digital lainnya, menjadikan kampung ini sebagai contoh desa yang melek digital.

”Kampung Jawi ini sangat menarik untuk disebarluaskan. Di sini ada yang jual makanan dan minuman khas, kemudian transaksinya pakai uang kepeng dan ada karawitannya,” ungkap Aura.

“Jadi kalau emak-emak di sini melek digital, maka pengunjung di Kampung Jawi bisa semakin banyak,” imbuhnya.

Sementara Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Muhammad Nur Rohman mengatakan, pelatihan membuat konten merupakan salah satu rangkaian dari “USM Suluhing Kampung Jawi” yang digelar di Juni 2025.

Baca Juga:  Upacara Hari Kesadaran Nasional di Balaikota Semarang, ASN dan Non ASN Berkomitmen Jaga Netralitas Pilkada 2024

Kegiatan diadakan setelah melihat ada potensi lain yang masih belum dimaksimalkan di Kampung Jawi, padahal Kampung Jawi menjadi salah satu desa wisata unggulan di Jawa Tengah.

”Melalui program MBKM Internal yang menjadi bagian dari pengabdian masyarakat, mahasiswa dapat belajar dan mempraktekkan ilmunya secara langsung supaya desa wisata unggulan ini semakin punya dampak yang lebih luas,” kata Muhammad Nur Rohman.

Di akhir acara, para peserta semakin antusias karena digelar lomba membuat konten. Mereka memotret makanan yang telah disiapkan dan menulis caption yang menarik, kemudian diupload di sosial media.***(bgy)