Wali Kota Semarang Usulkan Pembangunan Tiga SMA Negeri Baru di Kota Semarang

InShot_20250714_193426423
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Dinas Pendidikan Kota Semarang menyatakan siap mendukung penuh kebijakan Wali Kota Semarang, dalam upaya memperjuangkan pembangunan tiga Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri baru di wilayah-wilayah Kota Semarang yang belum memiliki fasilitas pendidikan tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bambang Pramusinto, mengatakan bahwa sejak awal 2024 pihaknya telah mengajukan usulan pembangunan SMA di lima kecamatan yang tergolong blank spot, seperti Kecamatan Candisari, Gajahmungkur, Gayamsari, Semarang Timur dan Tugu. Namun usulan itu belum sepenuhnya terealisasi.

Baca Juga:  PPKM Universitas Semarang Sosialisasikan Program Kreativitas Mahasiswa 2026

“Dulu sudah pernah diajukan pembangunan SMA di Kota Semarang. Sekarang, berkaitan dengan rencana kebijakan Ibu Wali, Dinas Pendidikan akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, sekaligus membuat kajian untuk bahan pengusulan pembangunan tiga SMA baru di Kota Semarang,” ujarnya saat diwawancarai di kantornya, Senin, 14 Juli 2025.

Menurut Bambang, proses pengajuan nantinya akan kembali disampaikan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Ya, akan mengirimkan lagi permohonan ke provinsi. Karena konsep dari provinsi itu, pemerintah kota hanya menyiapkan lahan. Nanti untuk fisiknya dari provinsi,” jelasnya.

Baca Juga:  TKD Prabowo Gibran, Ferry Wawan Cahyono Sinergi Kader Jadi Fondasi Kuat Menuju Kemenangan

Saat ini, Kecamatan Tugu menjadi lokasi yang paling siap karena lahan telah disediakan, dan kajian kelayakan atau feasibility study pun telah selesai.

Sedangkan untuk Candisari dan Gajahmungkur, Pemkot mengusulkan untuk memanfaatkan gedung SMPN 5 Semarang, karena keterbatasan lahan.

Sebelumnya Wali Kota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M. menyebutkan bahwa pembangunan SMA baru adalah bagian dari komitmennya dalam meningkatkan akses pendidikan.

“Kami usulkan tiga, terutama di kecamatan yang belum memiliki SMA Negeri, antara lain Gajahmungkur dan Candisari, lalu Genuk serta Kecamatan Tugu,” ungkapnya.

Baca Juga:  Wali Kota Semarang Ungkap Capaian Infrastruktur 2025, Fokus Konektivitas dan Pengendalian Banjir di Tahun 2026

Usulan ini sekaligus menjawab keresahan warga atas sulitnya mengakses SMA negeri karena sistem zonasi.

“Harapannya tiga lokasi ini bisa dibangun semua. Saat kepala daerah di Jateng dilantik, kami dikumpulkan Pak Gubernur. Beliau berkomitmen untuk mewujudkan layanan infrastruktur dasar yakni pendidikan dan kesehatan,” ujar Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu.

Sumber Berita : Humas Pemkot Semarang