Naila Amalia Dari SMA Muhammadiyah 3 Jakarta Juara Lomba Pidato Lawphoria FH USM
“Para Juara Dari Perwakilan SMA/SMK/MA Sederajat Saat Berfoto Bersama Dalam Lomba Pidato Lawphoria FH USM Yang Digelar di USM, Jalan Soekarno-Hatta Semarang”.
SEMARANG, (Harianterkini.id) – Naila Amalia dari SMA Muhammadiyah 3 Jakarta keluar sebagai Juara 1 dalam Lawphoria yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Semarang (USM), di Auditorium Ir. Widjatmoko Universitas Semarang, Jl Soekarno-Hatta, Tlogosari, baru-baru ini.
Sedangkan Juara II diraih Alif Habibi dari SMA Insan Cendekia Al Mujtaba Sukoharjo, sedangkan posisi ketiga ditempati Maiaza Luthfaa dari MAN 1 Kota Semarang.
Kegiatan yang mengambil tema ”Peran Hukum bagi Generasi Muda yang Cerdas Digital dalam Penggunaan Teknologi Artificial Intelligence” itu diikuti 20 perwakilan dari SMA/SMK/MA Sederajat se-Pulau Jawa.
Dalam kegiatan talk show menghadirkan 4 narasumber, yaitu Akademisi Fakultas Hukum Universitas Semarang Khaidar Alifika El Ula, S.H., M.Kn., mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Semarang Aziyzah Qurrotu A’yun Sultonu Mas’ad, serta Denok Kenang Kota Semarang Denok Felicia Jaydin dan Kenang Ijlal Ibraazy sepulau.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas Semarang, Dhian Indah Astanti, S.H., M.H., Ketua Biro Konsultasi Bantuan Hukum USM, Dr. Tri Mulyani, S.Pd., S.H., M.H..
Ketua Panitia, Ameliana Najwa Prismadani berharap, kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk memperkenalkan Fakultas Hukum Universitas Semarang kepada pelajar SMA/SMK/MA sederajat kepada masyarakat khususnya para siswa SMA.
”Lomba pidato Lawphoria 2025 inui diikuti 20 SMA/SMK/MA se-Jawa. Kami berharap, melalui kegiatan ini FH USM lebih dikenal oleh para pelajar SMA dan SMK Sederajat,” ujar Ameliana.
Sementara itu, Gubernur BEM FH Universitas Semarang, Fauzan Ikhlasul Ammar Andira mengatakan, tema dari kegiatan Lawphoria 2025 sangat relevan di era digital saat ini.
”Artificial intelligence menjadi salah satu tantangan sekaligus peluang, namun tanpa regulasi dan etika, kemajuan ini dapat membawa resiko besar,” kata Fauzan.
“Maka dari itu dengan adanya kegiatan ini dapat menambah pengetahuan bagi peserta mengenai penggunaan artificial intelligence,” imbuhnya.
Menurut Dhian Indah Astanti memberikan apresiasi kepada para peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Dia berharap, kegiatan tersebut bisa menjadi ajang memperkenalkan Fakultas Hukum USM yang sudah terakreditasi unggul kepada masyarakat.
”Tema Lawphoria tahun ini tidak asing karena kita sudah sering menggunakan artificial intelligence,” ungkap Dian.
“Saat ini, artificial intelligence sedang menjadi isu di tengah masyarakat karena ini adalah suatu bentuk perkembangan teknologi dan bagaimana implementasinya di dalam hukum. Semoga talk show Lawphoria ini dapat memberikan manfaat bagi para peserta yang mengikuti,” pungkasnya.***(bgy)
