Tingkatkan Kualitas Riset, USM Gandeng BRIN Gelar Workshop Proposal Hibah

InShot_20260506_000409141
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Semarang (LPPM USM) menggelar Workshop Intensif Penyusunan Proposal Hibah Riset bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jumat, 24 April 2026.

Kegiatan ini ditujukan bagi para dosen USM guna meningkatkan kualitas proposal riset yang diajukan.

Workshop tersebut dihadiri Wakil Rektor I Prof. Dr. Ir. Haslina, M.Si., Ketua LPPM USM Prof. Dr. Ir. Mudjiastuti Handajani, M.T., serta Ketua Penelitian Dr. Rohmini Indah Lestari, S.T., M.M.

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pemaparan mendalam mengenai strategi memperoleh pendanaan melalui skema RIIM Kompetisi 2026 dari BRIN.

Baca Juga:  ARTOTEL Yogyakarta Hidupkan Perayaan 8 Tahun Lewat Infinity Blessed

Materi disampaikan oleh narasumber dari Tim Layanan Fasilitas Riset dan Inovasi II BRIN, Dr. Antho Thohirin, S.T., M.T.

Prof. Haslina menyampaikan bahwa jumlah proposal yang diajukan dosen USM pada 2026 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia berharap hasil penelitian yang diusulkan mampu menghasilkan luaran yang terukur, seperti publikasi ilmiah, paten, maupun produk inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan langkah nyata USM dalam memperkuat peran di ekosistem riset nasional, khususnya melalui pendanaan RIIM Kompetisi 2026. Para dosen diharapkan dapat memanfaatkan forum ini untuk menyempurnakan proposal yang telah disusun,” ujarnya.

Baca Juga:  Mengusung Konsep Coffee dan Eatery, Identix Coffee Resmi Membuka Cabang Keempat di Ungaran

Ia menekankan pentingnya memperbaiki kekurangan proposal sejak awal dibandingkan harus gugur pada tahap seleksi nasional.

Menurutnya, terdapat sejumlah poin krusial yang harus diperhatikan, di antaranya keselarasan riset dengan fokus riset nasional serta relevansinya terhadap kebutuhan masyarakat dan industri.

“Prioritaskan kualitas agar proposal menjadi kompetitif. Ikuti panduan terbaru dengan cermat dan pastikan aspek kebaruan serta orisinalitas riset tetap terjaga. Selain itu, kolaborasi multidisiplin juga perlu dikedepankan,” tambahnya.

Prof. Haslina berharap workshop tersebut mampu meningkatkan jumlah proposal USM yang lolos pendanaan hibah, sekaligus menghasilkan luaran berupa publikasi bereputasi, hak kekayaan intelektual (HKI), dan inovasi yang berdampak luas.

Baca Juga:  KAI Daop 4 Semarang Berikan Tarif Khusus untuk KA dan Relasi Tertentu

Sementara itu, Dr. Antho Thohirin menyampaikan harapannya agar lebih banyak proposal dosen USM yang berhasil mendapatkan pendanaan dari BRIN.

Ia menjelaskan bahwa skema RIIM Kompetisi dirancang untuk mendukung riset dengan tingkat kebaruan awal yang kuat sebagai fondasi menuju hasil riset akhir yang lebih matang.

“RIIM Kompetisi merupakan skema pendanaan yang menekankan pada aspek kebaruan awal sebagai langkah menuju hasil riset yang optimal,” jelasnya.***(bgy)