Wali Kota Semarang Komitmen Jaga Ketahanan Pangan Lewat GPM

InShot_20250831_041646751
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mendukung penuh pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM), program nasional yang digelar serentak di 7.285 kecamatan seluruh Indonesia dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Di Kota Semarang, kegiatan dipusatkan di Kampung Lasipin RT.03/RW.04, Kelurahan Karangturi, Kecamatan Semarang Timur, pada Sabtu, 30 Agustus 2025 dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti.

Pada kesempatan tersebut, Agustina melakukan tele conference dengan Menteri Dalam Negeri RI serta berkomunikasi secara virtual dengan lima kecamatan perwakilan di Kota Semarang, yakni Kecamatan Genuk, Semarang Barat, Ngaliyan, Banyumanik, dan Gajahmungkur.

Kegiatan ini juga dihadiri Forkopimda, anggota DPRD Kota Semarang, jajaran organisasi perangkat daerah Pemkot Semarang, pelaku usaha, dan masyarakat.

Baca Juga:  Boy Kelana Soebroto Terpilih Lagi, Perkuat Posisi Indonesia di Peta Humas Global

Agustina menegaskan komitmen Pemkot Semarang menjaga ketahanan pangan dan menekan laju inflasi dengan menghadirkan pangan murah yang mudah diakses masyarakat.

“Ketahanan pangan harus dijaga detik demi detik. Mekanisme pasar memang mempengaruhi harga, tapi dengan gotong royong pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, kita bisa memastikan pasokan tetap stabil,” kata Agustina.

Melalui GPM, Pemkot Semarang bersama BULOG, distributor pangan, dan pelaku usaha menyalurkan 13 ton beras SPHP dengan harga terjangkau.

Selain beras, masyarakat juga dapat membeli komoditas strategis lain seperti minyak goreng, gula, telur, cabai, dan sayuran dengan harga di bawah pasaran.

Baca Juga:  Tim PkM MM USM Bekali Pelaku UMKM mengenai Pembayaran Digital melalui QRIS

Program ini diharapkan membantu menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah potensi fluktuasi harga pangan.

Menurut Agustina, Semarang sebagai kota metropolitan memiliki tantangan dalam penyediaan pangan karena sebagian besar wilayah telah beralih fungsi menjadi kawasan industri dan permukiman.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan produksi lokal. Oleh karena itu, Pemkot memperkuat rantai distribusi dan cadangan pangan agar masyarakat tidak kesulitan memperoleh bahan pokok,” jelasnya.

Selain GPM, Pemkot Semarang terus menggulirkan berbagai inovasi pengendalian harga dan penyediaan pangan, seperti Gerakan Kempling Semar (Ketahanan Pangan Keliling Semarang) dan kerja sama dengan aplikasi Lumpang Semar untuk mempermudah distribusi.

Baca Juga:  BKBH FH USM Bersama Kementerian Hukum Jateng Lakukan Pemberdayaan Masyarakat Kurang Mampu di Surodadi

“Semua program ini bagian dari upaya kolektif untuk menghadirkan pangan yang aman, sehat, dan terjangkau,” tambahnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Pemkot Semarang mengajak seluruh pihak untuk menjadikan GPM sebagai momentum memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Dengan semangat gotong royong dan inovasi, kita pastikan Semarang selalu siap menghadapi tantangan pangan di masa depan,” tegas Agustina.

Gerakan Pangan Murah juga diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan bergizi dan seimbang. Pemkot Semarang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program pro-rakyat yang tidak hanya menjaga stabilitas harga, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan warganya.***

Sumber Berita : Humas Pemkot Semarang