Wal Kota Agustin: Gerakan Wegah Nyampah Wujud Sinergi Masyarakat Jaga Bumi di Kota Semarang

IMG-20250915-WA0027
Bagikan:

SEMARANG (Harianterkini.id) – Gerakan Semarang Wegah Nyampah semakin mendapat tempat di hati warga. Hal ini terlihat dalam kegiatan diskusi dan pelatihan bertema “Olah Sampah Organik Jadi Berkah” yang digelar Rotary Club of Semarang Bimasena di Panti Wreda Wisma Lansia Harapan Asri, Banyumanik, Sabtu (13/9).

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, hadir langsung dan memberikan apresiasi atas peran serta masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan.

Menurut Agustina, kepedulian masyarakat yang secara mandiri mengelola sampah sejalan dengan program prioritas Pemkot Semarang, yaitu Semarang Bersih.

Baca Juga:  Akibat Kecelakaan di Semarang, KAI Minta Maaf Terganggunya Perjalanan

“Semangat warga luar biasa. Mereka tidak hanya mengikuti, tetapi juga menjadi bagian penting dalam gerakan Wegah Nyampah. Saya terharu melihat antusiasme ini,” ujarnya.

Pelatihan ini menekankan pentingnya mengurangi sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus menciptakan nilai ekonomi dari pengelolaan sampah. Agustina menyebut, pengumpulan dan pemilahan sampah bukan lagi pekerjaan yang dipandang sebelah mata.

“Dulu orang menyebut mulung atau bakul rosok. Sekarang, mereka bisa dengan bangga mengatakan ‘Saya penyelamat bumi, penjaga masa depan’,” tegasnya.

Baca Juga:  Liburan Natal dan Tahun Baru, Indosat Pastikan Sinyal Aman ; Liburan Makin Nyaman di Jawa Tengah!

Lebih jauh, Agustina memaparkan bahwa Pemkot Semarang tengah menyiapkan teknologi pengolahan sampah di TPA Jatibarang untuk dua tahun ke depan.

Dengan kapasitas minimal 1.000 ton per hari, sampah akan diolah menjadi energi listrik melalui fasilitas insinerator.

Teknologi ini juga mampu mengurangi bau tidak sedap sehingga memberi manfaat langsung bagi warga sekitar.

Sebagai langkah memperbaiki citra kawasan TPA, Pemkot bahkan mengganti nama akses menuju lokasi tersebut menjadi Jalan YB Mangunwijaya.

Baca Juga:  Padma Hotels Raih Penghargaan Tripadvisor Travellers Choice Awards 2023

Harapannya, TPA Jatibarang tidak lagi dipandang negatif, melainkan menjadi kawasan yang lebih tertata dan berpotensi menggerakkan ekonomi lokal.

Wali Kota juga mendorong agar semakin banyak organisasi masyarakat maupun LSM ikut terlibat dalam gerakan lingkungan ini.

Ia mengajak semua pihak untuk memperkuat jaringan aktivis dan komunitas peduli sampah agar dapat saling berbagi pengalaman.

“Terima kasih karena sudah ikut serta dalam menyelamatkan bumi. Mari bersama-sama kita wariskan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” pungkasnya.