Pemkot Semarang dan BBWS Pemali Juana Sinkronkan Penetapan Garis Sempadan Dua Sungai Utama

Agustina-Sungai-1
Bagikan:

SEMARANG (Harianterkini.id) – Pemerintah Kota Semarang bersama BBWS Pemali Juana menggelar Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) Final untuk membahas Kajian dan Penetapan Garis Sempadan Sungai Kanal Banjir Barat (KBB) dan Sungai Garang.

Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk memastikan penataan sungai dilakukan secara teknis tepat, ramah lingkungan, dan berkeadilan sosial.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menegaskan sungai adalah anugerah sekaligus komponen penting ekosistem perkotaan yang harus dilindungi.

Baca Juga:  Pemprov Riau Minta DPRD Kuansing segera Rapat Paripurna Usulkan Suhardiman Amby Jadi Bupati

“Sungai adalah sumber kehidupan. Jika tidak dikelola, ia berubah menjadi sumber bencana. Karena itu kita harus menjaga kebersihan dan kelestariannya,” ujarnya, belum lama ini.

Pada kesempatan tersebut, Pemkot Semarang juga menyoroti masalah sedimentasi, sampah, dan penyempitan ruang sungai yang kerap memicu banjir.

Wali Kota meminta camat, lurah, hingga komunitas peduli sungai lebih aktif menjaga kebersihan aliran sungai, termasuk memastikan pompa pengendali banjir tidak terganggu sampah.

Baca Juga:  Dorong Akses Makanan Bergizi, Warga Blora Dapat Sosialisasi Program MBG

Pemkot Semarang tengah menyiapkan langkah inovatif untuk memetakan titik kemacetan drainase melalui simulasi arus menggunakan bola ber-chip GPS.

Hasil pemetaan akan digunakan untuk menentukan lokasi perbaikan dan penertiban bangunan yang menghambat aliran air.

Penetapan garis sepadan sungai ini akan menjadi dasar penting penyusunan RDTR, normalisasi sungai, penguatan tebing, dan pembinaan bagi warga yang tinggal di sepanjang alur sungai.

“Keputusan ini memberi kepastian bagi pemerintah dan masyarakat, mana area yang boleh dimanfaatkan dan mana yang wajib dikembalikan menjadi ruang sungai,” jelas Wali Kota.

Baca Juga:  KAI Daop 4 Semarang Layani Lebih dari 1 Juta Penumpang Selama 22 Hari Masa Angkutan Lebaran 2025

Pemkot Semarang menyambut pendekatan BBWS yang tidak hanya mengedepankan aspek teknis, tetapi juga mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat.

Karena itu warga diminta menyampaikan keberatan maupun masukan secara terbuka dalam forum PKM final.

Acara ditutup dengan ajakan bersama untuk menjaga sungai sebagai ruang hidup yang bersih, aman, dan memberi manfaat bagi generasi mendatang.***