USM Gelar Workshop Transforming University Vision to Action, Hadirkan Narsum Prof Nasir

InShot_20260107_234234480
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Universitas Semarang (USM) menggelar Workshop Transforming University Vision to Action yang menghadirkan Prof. Drs. Mohamad Nasir, Ak., M.Si., Ph.D sebagai narasumber utama pada Rabu, 7 Januari 2026, pukul 09.00 WIB, di Gedung Menara USM lantai 8, Ruang Teleconference.

Workshop tersebut dihadiri antara lain, Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip Prof. Dr. Ir. Kesi Widjajanti, S.E., M.M beserta jajaran, Rektor USM Dr. Supari, S.T., M.T yang bertindak sebagai moderator serta pejabat struktural di setiap fakultas dan program studi.

Baca Juga:  Rumah Sakit Daerah K.R.M.T. Wongsonegoro Siap Melesat Perkuat Layanan Kesehatan di Kota Semarang

Hadir pula Wakil Rektor I USM, Prof. Dr. Haslina, M.Si., Wakil Rektor II USM,  Dr. Abdul Karim, S.E., M.Si., Ak., CA dan Wakil Rektor III USM Dr. April Firman Daru, S.Kom., M.Kom.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendorong civitas akademika USM agar mampu menerjemahkan visi universitas ke dalam langkah-langkah nyata dan operasional.

Dalam pemaparannya, Prof. Mohamad Nasir mengatakan, visi tidak boleh berhenti hanya sebagai dokumen atau slogan.

Visi harus diterjemahkan ke dalam perencanaan strategis yang jelas dan dapat dijalankan.

Baca Juga:  Milad Muhammadiyah ke-112, Ferry Wawan Cahyono : Muhammadiyah adalah Aset Bangsa, Harus Terus Maju dan Bermanfaat

Proses tersebut dimulai dengan menganalisis kekuatan dan kelemahan yang dimiliki universitas, kemudian menentukan strategi yang tepat hingga dirumuskan dalam program kerja yang operasional.

”Visi yang tidak diterjemahkan hanya akan menjadi katalog. Ia hanya ada di atas kertas. Oleh karena itu, visi harus diwujudkan dalam strategic plan yang bisa dijalankan dan dipahami oleh seluruh stakeholder,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Nasir menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh unsur pimpinan dalam mereview kembali program dan aksi yang telah dijalankan.

Evaluasi tersebut diperlukan untuk memastikan kesesuaian antara visi universitas dengan action plan yang telah dibuat.

Baca Juga:  BKN RI Berikan Penghargaan Penerapan Manajemen Talenta Kepada Pemerintah Kota Semarang

”Tugas pimpinan adalah mereview apa yang sudah dilakukan. Kalau sudah sesuai dengan visi, segera jalankan. Jika belum, maka harus segera diperbaiki. Kesalahan itu wajar, yang penting adalah melakukan perbaikan dan pelatihan,” tambahnya.

Dia berharap, melalui workshop tersebut seluruh civitas akademika USM dapat memiliki pemahaman yang sama dalam mengimplementasikan visi universitas secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga target dan tujuan institusi dapat tercapai secara optimal.***(bgy)