Peserta Seminar Nasional Magister Teknik Sipil Universitas Semarang Membludak

InShot_20260129_000046443
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Program Studi Magister Teknik Sipil Universitas Semarang (USM) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertema ”Identifikasi Potensi Bencana Bidang Teknik Sipil” di Auditorium Ir. Widjatmoko USM pada Rabu, 28 Januari 2026.

Pasalnya, peserta kegiatan tersebut membeludak mencapai 750 peserta dari berbagai kalangan akademisi dan praktisi secara hybrid.

Hadir dalam seminar tersebut antara lain, Wakil Rektor II USM Dr. Abdul Karim, S.E., M.Si., Ak., CA., Wakil Rektor III USM Dr. April Firman Daru, S.Kom., M.Kom., dan Direktur Pascasarjana USM Dr. Muhammad Junaidi, S.HI., M.H.

Seminar dibuka Wakil Rektor I USM, Prof. Dr. Ir. Haslina, M.Si mewakili Rektor USM Dr. Supari, S.T., M.T.

Dalam sambutannya, Prof. Haslina memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ilmiah yang dinilai strategis dan relevan dengan tantangan kebencanaan di Indonesia.

Baca Juga:  Tim PKM Universitas Semarang Beri Pelatihan Mengolah Sampah Organik Jadi Pupuk Kompos Kepada Warga Tlogosari Kulon

Dia berharap, kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mengidentifikasi potensi bencana serta menganalisis berbagai risiko guna meningkatkan keselamatan dan ketahanan masyarakat.

Kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidang kebencanaan dan teknik sipil yang membahas berbagai aspek mitigasi, penanganan, serta strategi pascabencana melalui pendekatan keilmuan teknik sipil.

Narasumber seminar tersebut adalah Prosida Rhapsody dari Geobrugg Indonesia, Dr. Ir. Yustian Heri Suprapto, S.T., M.T., M.Sc, dari PT Keller Ground Indonesia, Bergas Caturassasi, Kepala BPBD Jawa Tengah, serta Dr. Ir. Edy Susilo, M.T., Dosen Universitas Semarang dan Dr. Adolf Situmorang, S.T., M.T., Kaprodi Magister Teknik Sipil USM.

Ketua Program Studi Magister Teknik Sipil USM, Dr. Adolf Situmorang, S.T., M.T mengatakan bahwa selain sebagai forum ilmiah, seminar nasional itu juga menjadi momentum penting dengan dilaksanakannya Grand Launching Program Studi Magister Teknik Sipil Universitas Semarang.

Baca Juga:  Pengurus Perkumpulan Olah Raga Tarian Baris Indonesia (POTBI) Kabupaten Klaten Resmi Dilantik

Menurutnya, fokus utama dari diskusi para narasumber menekankan bahwa penanganan kebencanaan, khususnya pada tahap pasca-bencana, merupakan aspek yang sangat krusial.

Sejalan dengan hal tersebut, kurikulum Magister Teknik Sipil USM dirancang dengan keunggulan pada kajian kebencanaan, mulai dari upaya mitigasi sebelum bencana hingga solusi teknis setelah bencana terjadi.

”Magister Teknik Sipil Universitas Semarang akan mengarahkan pengembangan keilmuannya pada kebencanaan. Bagaimana solusi sebelum dan setelah bencana menjadi keunggulan yang kami tawarkan,” ungkapnya.

Dia mengatakan, kontribusi dosen-dosen Teknik Sipil USM dalam bidang kebencanaan sejatinya telah berjalan sejak lama melalui berbagai penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga:  Kota Semarang Kembali di Nobatkan sebagai Kota Terinovatif IGA 2023

Salah satunya adalah kontribusi Edy Susilo sebagai dosen Teknik Sipil USM sudah banyak melakukan penelitian serta pengabdian masyarakat terkait penanganan banjir.

Selain itu, dosen-dosen di bidang geoteknik juga aktif melakukan pendampingan dan pengabdian masyarakat, tidak hanya di wilayah Semarang dan Jawa Tengah, tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia.

Dia berharap, ke depan kegiatan serupa dapat terus berlanjut.

“Kebencanaan ini adalah isu nasional, bukan hanya isu Universitas Semarang atau Jawa Tengah. Kami berharap akan ada seminar-seminar lanjutan, baik nasional maupun internasional, yang membahas penanganan kebencanaan di Indonesia,” ungkapnya.

Dengan terselenggaranya seminar nasional tersebut, katanya, Universitas Semarang menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi nyata di bidang kebencanaan demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.***(bgy)