381 Lulusan Universitas Semarang Akan Ikuti Wisuda Ke-75

InShot_20260211_231921322
Bagikan:

Ket.foto : Para calon wisudawan mengikuti Geladi Bersih Upaca Wisuda Ke-75 USM di Auditorium Ir Widjatmoko USM Jl Soekarno-Hatta, Tlogosari, Semarang pada 10 Februari 2026. (dok)

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Sebanyak 381 lulusan Universitas Semarang (USM) akan mengikuti Upacara Wisuda Ke-75 Program Diploma, Sarjana, dan Magister USM pada 11 Februari 2026, di Auditorium Ir. Widjatmoko USM, Jl Soekarno-Hatta, Tlogosari, Pedurungan, Semarang.

Ke-381 lulusan itu terdiri atas S1 Ilmu Hukum (25), D III Manajemen Perusahaan (14), S1 Manajemen (49), S1 Akuntansi (45), S1 Teknik Sipil (57), S1 Teknik Elektro (27), S1 Perencanaan Wilayah Dan Kota (16), S1 Teknologi Hasil Pertanian (21), S1 Psikologi (15), S1 Sistem Informatika (15), S1 Teknik Informatika (30), S1 Ilmu Komunikasi (23), S1 Pariwisata (8), S2 Hukum (8), S2 Manajemen (21), S2 Psikologi (7).

Baca Juga:  Ketua DPR RI Puan Maharani Resmikan GOR Bung Karno Sukoharjo

Wakil Rektor I USM, Prof. Dr. Ir. Haslina, M.Si mengatakan, di tengah derasnya arus teknologi dan transformasi digital, integritas tetap menjadi fondasi utama yang tidak boleh tergeser.

Teknologi bisa menggantikan banyak pekerjaan, tetapi tidak bisa menggantikan integritas, empati, dan karakter.

Baca Juga:  Gelar FGD di Banjarnegara, Ferry Wawan Cahyono: Kerjasama Solid Antar Sektor Kunci Pembangunan Ekonomi Inklusif

”Ijazah bukan tujuan akhir. Yang paling penting adalah kompetensi. Mahasiswa harus berintegritas, beradaptasi, dan terus belajar sepanjang hayat. Teruslah berkarya, berinovasi, dan berkolaborasi,” ujar Prof Haslina.

Dia juga menekankan agar para lulusan senantiasa menjadi agent of change dan tidak melupakan almamaternya dengan kembali memberikan inspirasi kepada generasi mahasiswa berikutnya.

Baca Juga:  Grand Candi Hotel Semarang & Komunitas Musisi Semarang Selenggarakan Charity Concert "Tribute to Pepen"

”Lulusan USM harus tampil bukan hanya dengan kompetensi akademik dan keterampilan teknis, tetapi juga dengan etika, tanggung jawab sosial, serta kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan global yang dinamis,” ungkapnya.

Menurutnya, nilai-nilai kemanusiaan adalah pembeda utama lulusan dalam persaingan dunia kerja.

”Keberhasilan sejati bukan hanya diukur dari prestasi akademik, melainkan dari kontribusi nyata yang berlandaskan integritas dan karakter,” tandasnya.***(bgy)