Temu Usaha Kopdes Merah Putih dan UMKM di Magelang Fair 2026, Perkuat Kemitraan untuk Menggerakkan Ekonomi Daerah
MAGELANG, (Harianterkini.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Mikro (DPPKUM) Kota Magelang menggelar Temu Usaha “Kopdes Merah Putih dan UMKM” sebagai salah satu rangkaian kegiatan Magelang Fair 2026 di Panggung Utama Alun-Alun Kota Magelang, Rabu (8/7/2026).
Mengusung tema “Membangun Kemitraan, Memperkuat Ekonomi Daerah”, kegiatan ini menjadi ruang dialog antara pemerintah, pelaku koperasi, dan pelaku UMKM untuk menyamakan persepsi sekaligus mencari solusi atas berbagai tantangan dalam pengembangan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala DPPKUM Kota Magelang Syaifullah, S.Sos., M.Si., dimoderatori Monica Ayu Soraya, S.H., serta dipandu oleh MC Rachman Polalo.
Hadir sebagai narasumber yakni Direktur Lapenkopwil Jawa Tengah Dra. Laili Hidayah Dwi Rini, Kepala DPPKUM Kota Magelang Syaifullah, S.Sos., M.Si., serta Kepala Bidang Koperasi dan UMKM DPPKUM Kota Magelang Putro Bagus Prasetiyo, S.H.
Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan pentingnya koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan yang mampu bersinergi dengan UMKM.
Melalui Kopdes Merah Putih, pemerintah berharap potensi ekonomi di tingkat kelurahan dapat berkembang sesuai karakteristik dan komoditas lokal yang dimiliki masing-masing wilayah.
Direktur Lapenkopwil Jawa Tengah, Dra. Laili Hidayah Dwi Rini, mengajak seluruh pengurus koperasi untuk tidak terpaku pada satu jenis usaha, melainkan mampu menggali berbagai potensi yang dimiliki daerah masing-masing.
“Koperasi harus memiliki keberanian mengeksplorasi potensi lokal. Setiap wilayah memiliki kekuatan yang berbeda-beda. Potensi itu yang harus dikembangkan agar koperasi benar-benar menjadi milik masyarakat dan mampu memberikan manfaat ekonomi,” ujar Dra. Laili.
Sementara itu, Kepala DPPKUM Kota Magelang Syaifullah, S.Sos., M.Si. mengatakan, pelaksanaan pembentukan Kopdes Merah Putih di Kota Magelang sejauh ini berjalan tanpa kendala.
“Kalau kendala penyelenggaraan sebenarnya tidak ada. Yang ada lebih kepada persoalan komunikasi. Dengan koperasi di kelurahan semuanya berjalan lancar, tidak ada masalah. Hanya saja ketika harus berkoordinasi dengan pemerintah pusat memang membutuhkan effort lebih,” kata Syaifullah saat diwawancarai usai acara.
“Tapi saya yakin itu hanya soal waktu karena pemerintah pusat tentu juga sedang menyempurnakan berbagai kebijakan yang ada,” imbuhnya.
Menurutnya, Kota Magelang telah berhasil membentuk 17 Koperasi Merah Putih dan seluruhnya diharapkan dapat terus berkembang sesuai bidang usaha masing-masing.
“Harapan kami semua koperasi yang sudah berdiri tetap hidup dan berkembang. Apa pun cabang usahanya harus dioptimalkan. Yang bergerak di simpan pinjam kita dorong agar semakin baik, yang bergerak di sembako juga diperluas jangkauannya sehingga kapasitas usahanya semakin meningkat,” jelas Syaifullah.
Menanggapi berbagai masukan dari peserta mengenai kebijakan pemerintah pusat, Syaifullah menegaskan bahwa setiap persoalan selalu memiliki solusi.
“Semua aspirasi kita tampung. Ini masih tahap awal sehingga roadmap dari pemerintah pusat perlu kita selaraskan dengan kondisi riil di daerah. Nanti kita perbaiki bersama-sama agar implementasinya semakin baik,” tambahnya.
Kepala Bidang Koperasi dan UMKM DPPKUM Kota Magelang, Putro Bagus Prasetiyo, S.H., juga mengajak seluruh pengurus koperasi untuk menjadikan forum tersebut sebagai wadah berbagi pengalaman dan memperkuat jejaring usaha.
Menurutnya, keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan oleh regulasi, tetapi juga oleh komitmen pengurus dalam membangun tata kelola yang profesional, transparan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Sesi diskusi berlangsung interaktif. Para peserta dari berbagai koperasi menyampaikan pengalaman, masukan, hingga berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjalankan Kopdes Merah Putih.
Salah seorang peserta, Edy dari Koperasi Kramat Selatan, mengapresiasi terselenggaranya forum tersebut karena dinilai menjadi ruang komunikasi yang sangat dibutuhkan.
“Momentum seperti ini sangat bagus karena kita bisa berdiskusi langsung. Memang ada aturan-aturan yang sifatnya dari atas atau top down sehingga kadang terasa kaku. Tetapi jangan sampai membuat kita putus asa. Yang penting kita bisa duduk bersama, berdiskusi mencari solusi sehingga koperasi bisa berjalan tanpa ada keterpaksaan,” ungkap Edy.
Senada dengan itu, peserta lainnya, Esti, yang merupakan Ketua Bidang Usaha Koperasi Kramat Selatan, berharap koperasi dapat kembali pada jati dirinya sebagai organisasi ekonomi yang memberikan ruang bagi pengurus untuk berinovasi.
“Saya setuju dengan usulan teman-teman agar koperasi dikembalikan ke rohnya. Sebagai ketua bidang usaha, kami ingin bergerak dan mengembangkan koperasi, tetapi terkadang ruang geraknya terbatas sehingga seperti hanya menjadi pelaksana saja,” kata Esti.
“Harapan kami koperasi benar-benar diberi keleluasaan untuk mengeksplorasi potensi dan komoditas lokal sebagaimana disampaikan Bu Laili tadi,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Temu Usaha Kopdes Merah Putih dan UMKM ini, Pemerintah Kota Magelang berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, koperasi, dan pelaku UMKM.
Forum tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang penyampaian kebijakan, tetapi juga menjadi ruang lahirnya berbagai solusi yang mampu memperkuat koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan sekaligus meningkatkan daya saing UMKM di Kota Magelang.***
