Perkuat Tanggul Dinar Indah dengan Trucuk Bambu, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

InShot_20260318_224012055
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti bergerak cepat menginstruksikan jajarannya untuk melakukan penanganan darurat menyusul banjir kiriman yang melanda sejumlah wilayah pada Sabtu, 14 Maret 2026 malam hingga Minggu, 15 Maret 2026 pagi.

Fokus utama penanganan dilakukan di Perumahan Dinar Indah, Meteseh, serta beberapa titik di wilayah Rowosari, Sampangan, dan Mayangsari.

“Penyebab banjir di Dinar Indah adalah intensitas hujan yang sangat lebat di wilayah hulu, tepatnya Ungaran bagian timur. Aliran Kali Babon dari hulu ini sampai ke hilir dengan debit tinggi sehingga mengakibatkan genangan di pemukiman warga,” ujar Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu, belum lama ini.

Baca Juga:  Wamendagri Tetapkan Semarang sebagai Kota "Transformer", Kepemimpinan Wali Kota Semarang Tuai Pengakuan

Merespons kondisi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari DPU, BPBD, Damkar, Dinsos, hingga jajaran TNI-Polri (Brimob, Polsek, Koramil) dikerahkan untuk memperkuat tanggul yang kritis.

Di Dinar Indah, penguatan dilakukan sepanjang 30 meter pada titik paling rawan limpasan air.

“Selain pemasangan ribuan sandbag (karung pasir), tanggul tersebut nantinya akan kita pasang trucuk bambu untuk penguatan struktur. Ini langkah darurat paling efektif agar tanggul tidak mudah tergerus jika ada kiriman air susulan,” jelasnya.

Baca Juga:  Kabid Humas Polda Jateng Ungkap Perubahan Paradigma Kehumasan : "Kini Semua Personel Polri Adalah Humas dan Wajah Institusi"

Selain di Dinar Indah, wali kota juga memastikan petugas telah diterjunkan ke wilayah terdampak lainnya, terutama di Kelurahan Rowosari yang meliputi Perum Argo Residence, Perum Rowosari Megah Asri 2, dan Perumahan Grand Permata Tembalang, serta wilayah Sampangan dan Mayangsari.

“Kami terus menjalin komunikasi lintas sektoral, termasuk bersinergi dengan BBWS Pemali Juana sebelum, saat, dan pasca-kejadian. Mengingat Kali Babon merupakan kewenangan pusat, koordinasi untuk solusi permanen sedang kami diskusikan secara intensif agar warga tidak terus-menerus was-was setiap hujan lebat,” tambahnya.

Baca Juga:  Bocah 9 Tahun yang Hanyut di Selokan Ditemukan Tim SAR Gabungan Dalam Keadaan Meninggal

Hingga Minggu pagi, tim teknis masih terus bekerja di lapangan untuk memastikan seluruh titik rawan telah tertangani. Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang juga terus menyiagakan tenaga operasional lapangan di titik-titik rawan genangan.

“Saat ini kami memantau radar BMKG secara _real-time_ karena cuaca masih sangat dinamis. Seluruh tenaga dan stok sandbag tambahan sudah disiagakan sebagai antisipasi jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi sore nanti,” tegasnya.***

Sumber Berita : Humas Pemkot Semarang