Pemerintah Kota Semarang Gercep Tangani Puting Beliung di Gedawang, Warga Terdampak Terima Bantuan

InShot_20260406_233107644
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bergerak cepat menangani dampak bencana angin puting beliung yang merusak puluhan rumah di Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, turun langsung menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga terdampak di Balai Kelurahan Gedawang, Senin, 6 April 2026.

Bencana yang terjadi pada 30 Maret 2026 tersebut mengakibatkan sebanyak 65 rumah di RW 02 dan RW 03 mengalami kerusakan.

Sejak hari pertama kejadian, Pemkot bersama masyarakat setempat telah melakukan langkah cepat, mulai dari pendataan korban, kerja bakti pembersihan lingkungan, hingga distribusi bantuan darurat.

Baca Juga:  Peringati HSN Tahun 2024, MI NU 74 Miftahul Athfal Menggelar Upacara Bendera Merah Putih

Agustina menegaskan pentingnya respons cepat dari seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) dalam menghadapi situasi kebencanaan.

“Seluruh ASN di Kota Semarang wajib bergerak cepat. Begitu ada bencana, laporan dari RT atau RW segera ditindaklanjuti oleh kelurahan dan langsung masuk dalam sistem penanganan,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan awal telah dilakukan secara sigap oleh berbagai pihak, mulai dari pemerintah kelurahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga dinas teknis terkait.

Bantuan darurat berupa sembako, selimut, dan terpal telah disalurkan sejak hari kejadian, sementara penanganan pohon tumbang dilakukan secara gotong royong oleh petugas dan warga.

Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi faktor kunci dalam mempercepat proses penanganan bencana.

Baca Juga:  Menteri Kebudayaan RI dan Wali Kota Semarang Ajak Masyarakat Mengenal Sejarah Semarang dari Kartu Pos

Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) seperti Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), serta BPBD berperan dalam penanganan fisik, sementara Dinas Sosial fokus pada pemulihan dampak sosial.

“Perkim, PU, dan BPBD menjadi ujung tombak penanganan fisik. Setelah itu, Dinas Sosial segera menyelesaikan persoalan sosial yang timbul akibat bencana,” tegasnya.

Selain bantuan darurat, Pemkot Semarang juga menyiapkan bantuan stimulan sebesar Rp 20 juta untuk setiap rumah terdampak.

Bantuan tersebut akan disalurkan setelah melalui proses verifikasi oleh pihak kelurahan bersama OPD terkait.

Baca Juga:  MPWK  Universitas Sultan Agung Semarang Hadir Untuk Masyarakat

Kebijakan ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan sehingga warga dapat segera kembali menempati rumah mereka.

Agustina menambahkan, pemulihan pascabencana harus dilakukan secara cepat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Melalui langkah cepat dan kolaboratif ini, kami berharap masyarakat Gedawang bisa segera bangkit dan beraktivitas kembali seperti biasa,” ujarnya.

Pemkot juga berharap ke depan wilayah tersebut terhindar dari bencana serupa, seiring dengan peningkatan kesiapsiagaan dan koordinasi antar pihak.

“Mudah-mudahan kita semua diberkati dan tidak lagi ada bencana yang lebih besar di Kelurahan Gedawang,” pungkasnya.***

Sumber Berita : Humas Pemkot Semarang