Kirab Budaya KH Sholeh Darat Akan Jadi Agenda Tahunan Kota Semarang

InShot_20260421_234342340
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan komitmennya untuk terus melestarikan tradisi Kirab Budaya KH Sholeh Darat selama masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin.

Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan dalam kegiatan kirab yang digelar di Lapangan Kuningan, Minggu, 19 April 2026.

Memasuki pelaksanaan tahun kedua, Agustina menegaskan bahwa kirab budaya tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan akan dijadikan kegiatan berkelanjutan setiap tahun.

“Ini adalah kirab yang kedua, dan akan terus kita laksanakan selama saya memimpin Kota Semarang. Ini bukan agenda sesaat, tetapi bagian dari ikhtiar merawat nilai dan sejarah,” ujar Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu.

Baca Juga:  Kota Semarang Raih Predikat Tertinggi Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak dari Kementerian PPPA

Menurut Agustina, kirab budaya KH Sholeh Darat merupakan upaya penting dalam merawat warisan sejarah sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi ruang aktualisasi budaya yang hidup di tengah masyarakat, serta menghadirkan kembali keteladanan perjuangan KH Sholeh Darat sebagai ulama yang berperan besar dalam penguatan nilai keislaman dan kebangsaan di tanah Jawa.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kirab budaya memiliki nilai strategis sebagai sarana pendidikan nonformal.

Baca Juga:  SMK Negeri 1 Kendal Gandeng USM Gelar Implementasi P5 Tema Personal Branding

Nilai-nilai yang ditampilkan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan bagi masyarakat.

“Kirab budaya adalah pendidikan luar sekolah tentang budaya. Ini selaras dengan amanat dalam lagu Indonesia Raya, bangunlah jiwanya, bangunlah badannya. Pembangunan jiwa itu harus berjalan beriringan, dan semangat itu kita temukan dalam perjuangan KH Sholeh Darat,” ungkapnya.

Agustina juga menegaskan bahwa pembangunan kota tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan karakter dan jiwa masyarakat.

Kirab budaya dinilai menjadi simbol penting dalam menghadirkan kembali nilai spiritual, sejarah, dan budaya sebagai fondasi pembangunan yang menyeluruh.

Baca Juga:  Antisipasi Banjir, Pemkot Semarang Selesaikan Pembangunan Rumah Pompa Tanah Mas

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Semarang berupaya memastikan generasi muda tetap terhubung dengan akar budayanya.

Kirab budaya dinilai sebagai medium efektif untuk mengenalkan sejarah lokal secara kontekstual, menarik, dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.

Dengan konsistensi pelaksanaan setiap tahun, Kota Semarang menegaskan posisinya sebagai kota yang tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga kokoh dalam menjaga jati diri, nilai, dan warisan leluhur.

Selain itu, pemerintah kota juga terus mengawal usulan KH Sholeh Darat sebagai pahlawan nasional.***