Mulai 20 April, Arus Lalu Lintas di Jalan Gombel Lama Dialihkan

InShot_20260422_001330101
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan memberlakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Jalan Gombel mulai Senin, 20 April 2026 pukul 09.00 WIB.

Kebijakan ini dilakukan dengan menutup akses Jalan Gombel Lama dan mengalihkan arus kendaraan ke Jalan Gombel Baru.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, mengatakan rekayasa lalu lintas tersebut diperkirakan berlangsung hingga tujuh bulan.

Selama periode itu, Jalan Gombel Baru akan diberlakukan sebagai jalur dua arah.

“Pelaksanaan kegiatan maksimal selama tujuh bulan, dengan penerapan Jalan Gombel Baru menjadi dua arah,” kata Danang.

Baca Juga:  Pemerintah Kota Semarang Masifkan Gerakan Pangan Murah, Harga Sembako Dijaga Tetap Stabil Menjelang Lebaran Idul Fitri 1447 H

Dalam skema yang diterapkan, prioritas lajur akan diberikan bagi kendaraan yang melaju ke arah atas atau tanjakan.

Sementara itu, arus lalu lintas lokal tetap difasilitasi dengan penempatan petugas di titik penutupan Jalan Gombel Lama.

“Pergerakan lokal tetap kami fasilitasi dengan penempatan personel di titik penutupan,” jelas Danang.

Untuk kendaraan berat seperti truk dan bus, pengalihan arus diarahkan melalui ruas tol Tol Srondol–Jatingaleh.

Sementara kendaraan roda empat atau lebih dari arah Banyumanik dialihkan melalui Tol Srondol, dari kawasan Bukit Sari melalui Tol Undip Tembalang, serta dari Semarang bawah melalui Tol Jatingaleh I.

Baca Juga:  Hanyut Diterjang Banjir Di Sungai Kaligarang, Pemancing Asal Pati Belum Ditemukan

Adapun kendaraan roda dua dari arah kawasan Universitas Diponegoro dan Tembalang diarahkan melintasi Jalan Baru Undip Jangli, Jalan Kasipah, hingga Jalan Dr. Wahidin.

Untuk mendukung kelancaran rekayasa lalu lintas, Dinas Perhubungan telah berkoordinasi dengan Satker PJN Wilayah III terkait penyiapan fasilitas perlengkapan jalan.

Sejumlah sarana seperti stick cone portable dengan rantai plastik disiapkan, serta posko terpadu didirikan bersama petugas Dishub, Satlantas, dan instansi terkait.

Baca Juga:  Dosen Universitas Semarang : "AI Dinilai Peluang Baik Bagi Dunia Pendidikan"

Selain itu, satu unit mobil derek juga disiagakan di lokasi posko guna mengantisipasi kendaraan mogok dan potensi kemacetan.

“Penempatan derek ini sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gangguan kendaraan di lapangan,” tandasnya.

Pemkot Semarang mengimbau masyarakat untuk memahami skema rekayasa lalu lintas tersebut agar tidak terjebak kepadatan.

Pengendara yang biasa melintasi kawasan Jalan Gombel juga disarankan menggunakan jalur alternatif selama pekerjaan berlangsung.***