Rayakan Sewindu, Komunitas DEKSELI Pererat Silaturahmi Lewat Gowes 22 Kilometer
DEMAK, (Harianterkini.id) – Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti perayaan Anniversary ke-8 atau Sewindu Komunitas Demak Sepeda Lipat (DEKSELI) yang dipusatkan di KOPINAN 24 Demak, Minggu (26/7/2026).
Momentum istimewa tersebut menjadi ajang silaturahmi keluarga besar DEKSELI yang diikuti ratusan anggota komunitas bukan hanya dari Kabupaten Demak saja, melainkan juga ada dari beberapa daerah seperti Kudus, Jepara, Tawangharjo, Jakarta, hingga sejumlah kota atau daerah lainnya.
Mengusung semangat persaudaraan, kebersamaan, dan gaya hidup sehat, seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan gowes bersama sejauh kurang lebih 22 kilometer.
Anniversary Sewindu ini menjadi penanda perjalanan panjang DEKSELI yang selama delapan tahun terus tumbuh sebagai salah satu komunitas sepeda lipat yang aktif di Kabupaten Demak.
Sejak pagi, ratusan anggota Komunitas Demak Sepeda Lipat berkumpul di Tags Coffee Demak (MABES). Suasana akrab begitu terasa ketika para anggota saling menyapa, berbincang, melepas rindu, hingga mengabadikan momen bersama sebelum memulai perjalanan.
Dari MABES, rombongan bergerak menuju titik start di kawasan eks Stasiun Demak. Sebelum mengayuh pedal, seluruh peserta mengikuti prosesi pembukaan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai nasionalisme yang selalu dijunjung dalam setiap kegiatan komunitas.
Rangkaian pembukaan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Om Bagus. Doa dipanjatkan sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan agar seluruh peserta diberikan keselamatan dan kelancaran selama mengikuti seluruh rangkaian Anniversary Sewindu DEKSELI.
Selanjutnya, peserta dilepas secara simbolis oleh Om Alex untuk memulai gowes bersama.
Sebelum keberangkatan, Ketua Marshall DEKSELI, Om Alan memberikan pengarahan mengenai keselamatan bersepeda, etika bersepeda di jalan raya, hingga pentingnya menjaga formasi dan kekompakan rombongan selama menempuh perjalanan.
“Hati-hati, jalan pelan-pelan saja, Gowes nya tidak usah cepat-cepat, kemudian nanti para anggota untuk mengikuti petunjuk atau arahan dari para Marshall, jangan terpisah dari rombongan dan jika ada lampu merah, ya kita harus menaati rambu-rambu lalu lintas yang ada, kalau merah ya ikut berhenti,” pesan Om Alan.
Dengan penuh semangat, ratusan anggota Komunitas Demak Sepeda Lipat mengayuh sepeda lipat mereka menyusuri rute sejauh sekitar 22 kilometer.
Rombongan terlebih dahulu menuju Water Station (WS) Donorejo, Manyar sebagai titik istirahat.
Setelah melepas lelah dan menikmati suasana kebersamaan, perjalanan kembali dilanjutkan menuju KOPINAN 24 Demak sebagai lokasi finis sekaligus pusat pelaksanaan acara puncak Anniversary ke-8 DEKSELI.
Sepanjang perjalanan, suasana kekeluargaan begitu terasa. Para anggota saling menjaga, saling menunggu ketika ada peserta yang tertinggal, hingga saling membantu apabila terjadi kendala di perjalanan.
Pemandangan tersebut menjadi cerminan eratnya ikatan persaudaraan yang telah dibangun DEKSELI sejak komunitas ini berdiri delapan tahun silam.
Setibanya di KOPINAN 24 Demak, suasana perayaan semakin meriah. Acara dipandu oleh host Rachman Polalo yang mampu membangun suasana penuh keakraban serta menjadikan acara menjadi lebih meriah dan berkesan.
Penampilan Yovista Musik dengan dua penyanyi, yakni Movie dan Erika, serta Abel turut menghibur seluruh peserta sehingga perayaan berlangsung meriah hingga siang hari.
Momentum puncak perayaan ditandai dengan sambutan Penasehat DEKSELI, dr. Masyudi, yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan komunitas yang kini genap berusia delapan tahun atau sewindu.
Dalam sambutannya, dr. Masyudi mengaku bangga melihat DEKSELI tetap solid dan terus berkembang.
Menurutnya, keberhasilan sebuah komunitas bukan diukur dari lamanya berdiri semata, tetapi dari kemampuannya menjaga kebersamaan, menghadirkan manfaat bagi anggotanya, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Delapan tahun bukan perjalanan yang singkat. DEKSELI mampu membuktikan bahwa komunitas yang dibangun atas dasar persaudaraan, kekeluargaan, dan rasa saling memiliki akan terus bertahan dan berkembang. Saya mengapresiasi semangat seluruh anggota yang tetap menjaga silaturahmi meski berasal dari berbagai daerah,” kata dr. Masyudi.
“Semoga DEKSELI terus menjadi komunitas yang menginspirasi masyarakat untuk hidup sehat melalui olahraga bersepeda, peduli terhadap lingkungan, aktif dalam kegiatan sosial, serta ikut memperkenalkan Kabupaten Demak melalui kegiatan-kegiatan positif,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana atau Ketua Panitia Anniversary ke 8 (SEWINDU) DEKSELI, Om Adi mengatakan bahwa Anniversary Sewindu bukan sekadar perayaan hari jadi, tetapi menjadi momentum mempererat kembali tali silaturahmi seluruh keluarga besar komunitas.
“Kami bersyukur dapat kembali berkumpul bersama keluarga besar DEKSELI. Banyak anggota yang kini tinggal di luar Demak tetap menyempatkan hadir karena bagi kami DEKSELI bukan hanya komunitas, tetapi sudah menjadi keluarga,” ujar Om Adi.
“Selama delapan tahun kami belajar bahwa kebersamaan adalah kekuatan utama yang membuat komunitas ini terus tumbuh. Ke depan kami ingin semakin aktif mengadakan gowes wisata, bakti sosial, edukasi keselamatan bersepeda, serta memperluas kolaborasi dengan komunitas sepeda lipat di berbagai daerah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, DEKSELI selama ini tidak hanya rutin menggelar gowes mingguan, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial, promosi wisata daerah, hingga kampanye hidup sehat dan ramah lingkungan.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, DEKSELI berharap dapat mengajak lebih banyak masyarakat menjadikan bersepeda sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Sebagai komunitas yang menghimpun pecinta sepeda lipat, DEKSELI terus mengedepankan nilai kebersamaan tanpa membedakan usia, profesi, maupun asal daerah.
Semangat itulah yang menjadikan komunitas ini terus berkembang dan memiliki anggota yang tersebar di berbagai wilayah.
Kesuksesan penyelenggaraan Anniversary ke-8 DEKSELI juga tidak lepas dari dukungan berbagai sponsor dan mitra, di antaranya Tirta Dharma Perusahaan Daerah Air Minum (Perumda PDAM Demak), House Print, Matakaki Adventures, Tags Coffee Demak, IDFB (Indonesia Folding Bike), KOPINAN 24 Demak, Istana Frozen Food, Dapur Amieh Alina, serta Sofia Buah.
Menjelang akhir acara, suasana semakin semarak dengan berbagai permainan interaktif yang melibatkan seluruh peserta.
Puluhan doorprize dibagikan kepada anggota yang beruntung, disambut riuh tepuk tangan dan tawa yang semakin menambah kehangatan suasana.
Perayaan Anniversary Sewindu DEKSELI akhirnya menjadi lebih dari sekadar seremoni ulang tahun komunitas.
Momen ini menjadi bukti bahwa Komunitas Demak Sepeda Lipat telah tumbuh sebagai wadah yang mampu menyatukan para pecinta sepeda lipat dalam semangat persaudaraan, solidaritas, dan kebersamaan.
Delapan tahun perjalanan telah dilalui, dan DEKSELI terus mengayuh langkah untuk menghadirkan manfaat, menginspirasi gaya hidup sehat, serta membawa nama Kabupaten Demak melalui aktivitas-aktivitas positif yang membangun.***
