BNNP Jateng dan Pemerintah Kota Semarang Dorong Anak Muda Jadi Pelopor Gerakan Antinarkoba Lewat ANANDA BERSINAR

InShot_20260728_004047264
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Suasana penuh semangat mewarnai halaman Kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, Jalan Madukoro Blok BB, Semarang, Minggu (26/7/2026).

Ribuan langkah masyarakat bergerak bersama dalam Jalan Sehat HANI 2026 bertajuk “One Step Against Drugs: Melangkah Bersama untuk Indonesia Bersinar”.

Kegiatan tersebut bukan sekadar ajang olahraga dan kebersamaan, tetapi menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika melalui Gerakan ANANDA BERSINAR (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba).

Mengusung tema “Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat melalui Gerakan ANANDA BERSINAR Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan HANI 2026 melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pelajar, kader PKK, relawan antinarkoba, organisasi masyarakat, Forkopimda, instansi pemerintah hingga warga Kota Semarang.

Selain jalan sehat, rangkaian kegiatan juga diisi dengan senam bersama, hiburan, serta kampanye hidup sehat tanpa narkoba.

Melalui kegiatan tersebut, BNNP Jawa Tengah ingin menegaskan bahwa perang melawan narkoba membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda.

Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol. Dr. H. Agus Rohmat, S.I.K., S.H., M.Hum. mengatakan, peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan harus menjadi gerakan nyata untuk menyelamatkan masa depan anak bangsa.

Baca Juga:  Mahasiswa Universitas Semarang Ikuti Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM (PKP2) 2025

Menurutnya, ancaman narkotika terhadap anak dan remaja harus dicegah sejak dini sebelum mereka menjadi korban.

“Ketika seorang anak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika, yang terancam bukan hanya kesehatannya. Pendidikan, cita-cita, dan masa depannya juga ikut terdampak. Bahkan keluarga dan masa depan bangsa bisa terkena dampaknya,” ujar Agus Rohmat.

Ia menjelaskan, Gerakan ANANDA BERSINAR hadir dengan pendekatan yang menempatkan anak sebagai bagian penting dalam upaya pencegahan narkoba. Anak tidak hanya diposisikan sebagai pihak yang harus dilindungi, tetapi juga diberikan ruang untuk menjadi pelopor perubahan.

“Anak tidak cukup hanya mengetahui bahwa narkoba itu berbahaya. Mereka harus memiliki ketahanan diri, mampu memilih lingkungan yang sehat, berani mengambil keputusan yang benar, dan berani mengatakan tidak ketika ada ajakan yang dapat membahayakan masa depannya,” katanya.

Agus menyebut, tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi, derasnya arus informasi, serta luasnya pergaulan melalui media sosial menjadi faktor yang harus diantisipasi bersama.

Karena itu, upaya pencegahan narkoba tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab BNN maupun pemerintah, tetapi membutuhkan peran keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat, serta anak muda itu sendiri.

Sebagai bagian dari penguatan peran generasi muda, BNNP Jawa Tengah juga mengukuhkan 10 Sobat Bersinar dari perwakilan pelajar SMA dan SMK di Kota Semarang.

Baca Juga:  Polrestabes Semarang Siapkan Pengamanan Maksimal Untuk Antisipasi Gangguan Keamanan Saat May Day

Agus berharap para Sobat Bersinar dapat menjadi contoh positif di lingkungan sekolah maupun pergaulan.

“Generasi muda tidak hanya menjadi kelompok yang harus dijaga dari narkoba, tetapi juga harus diberi kesempatan menjadi subjek, teladan, dan agen perubahan. Sepuluh Sobat Bersinar ini diharapkan menjadi awal lahirnya lebih banyak pelajar yang berani menyuarakan hidup sehat tanpa narkoba,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M. menegaskan dukungan Pemerintah Kota Semarang terhadap berbagai program pencegahan narkoba, khususnya yang menyasar anak dan generasi muda.

Menurut Agustina, pembangunan kota tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga bagaimana menciptakan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, berkarakter, dan memiliki masa depan yang baik.

“Anak-anak Kota Semarang adalah masa depan kita. Mereka harus tumbuh dalam lingkungan yang sehat, mendapatkan pendidikan yang baik, dan terlindungi dari berbagai ancaman, termasuk narkoba,” ujar Agustina.

Ia mengapresiasi pengukuhan Sobat Bersinar yang dinilai menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran antinarkoba dari kalangan pelajar.

“Anak muda harus menjadi bagian dari solusi. Jadilah teman yang saling menjaga, saling mengingatkan, dan mengajak melakukan kegiatan positif. Jangan takut mengatakan tidak terhadap narkoba,” pesannya.

Baca Juga:  Pemerintah Kota Semarang Resmi Kick Off HJKS ke-479, Warga Langsung Nikmati Layanan Gratis dan Program Terpadu

Agustina menambahkan, perlindungan terhadap generasi muda menjadi semakin penting dalam menghadapi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, generasi masa depan harus memiliki kesehatan, kecerdasan, produktivitas, dan karakter yang kuat.

“Narkoba dapat merampas seluruh potensi generasi muda. Ketika kita menyelamatkan satu anak dari narkoba, sebenarnya kita sedang menyelamatkan satu masa depan,” tegasnya.

Melalui semangat War on Drugs for Humanity, BNNP Jawa Tengah terus mendorong pencegahan narkoba berbasis keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Tagline “One Step Against Drugs: Melangkah Bersama untuk Indonesia Bersinar” menjadi pengingat bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana.

Jalan Sehat HANI 2026 menjadi simbol kebersamaan antara pemerintah, BNN, keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membangun benteng perlindungan bagi generasi muda.

Dengan hadirnya Sobat Bersinar, diharapkan pesan antinarkoba semakin dekat dengan kalangan pelajar melalui pendekatan teman sebaya yang lebih mudah diterima.

Sinergi BNNP Jawa Tengah bersama Pemerintah Kota Semarang menjadi langkah bersama untuk memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan positif.

Sebab, menjaga generasi muda hari ini berarti menjaga masa depan Indonesia menuju Generasi Bersinar dan Indonesia Emas 2045.***