Dinas Kesehatan Kota Semarang Selidiki Dugaan Keracunan Pangan di SMKN 6, Ratusan Siswa dan Guru Dapat Penanganan Medis
SEMARANG (Harianterkini.id) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang bergerak cepat menangani dugaan keracunan pangan yang dialami ratusan siswa dan guru di SMK Negeri 6 Kota Semarang, Jumat (31/7).
Selain memberikan pelayanan kesehatan kepada para korban, petugas juga langsung melakukan penyelidikan epidemiologi untuk mengungkap penyebab kejadian tersebut.
Laporan pertama diterima sekitar pukul 10.30 WIB. Tak berselang lama, tim kesehatan diterjunkan ke lokasi untuk memberikan penanganan medis kepada korban yang mengalami keluhan, sekaligus mengumpulkan berbagai sampel makanan dan spesimen korban yang nantinya akan diperiksa di laboratorium.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, mengatakan seluruh proses penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan jejaring puskesmas, rumah sakit, pihak sekolah, penyelenggara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta berbagai instansi terkait.
“Fokus kami saat ini memastikan seluruh siswa maupun guru yang mengalami gejala memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhannya. Secara bersamaan, tim juga melakukan penyelidikan epidemiologi serta pengambilan sampel makanan dan spesimen korban untuk diperiksa di laboratorium sebagai bagian dari penelusuran penyebab kejadian,” ujar Hakam.
Berdasarkan data sementara, terdapat 707 orang yang mengalami gejala, terdiri atas 693 siswa dan 14 guru. Sebagian besar korban, yakni 698 orang, mendapatkan penanganan langsung di lingkungan sekolah.
Sementara sembilan orang lainnya dirujuk ke fasilitas kesehatan untuk menjalani observasi lebih lanjut, yakni di Puskesmas Halmahera, Puskesmas Bangetayu, RSUD KRMT Wongsonegoro, dan RST Bhakti Wira Tamtama.
Untuk memastikan penyebab insiden tersebut, Dinkes Kota Semarang mengaktifkan Tim Gerak Cepat (TGC) yang bertugas melakukan penyelidikan epidemiologi.
Tim ini melakukan penelusuran terhadap sumber dugaan keracunan dengan mengamankan sampel makanan, sisa pangan, serta spesimen dari korban sebagai bahan pemeriksaan laboratorium.
Hakam menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan penyebab kejadian karena seluruh sampel masih dalam proses pengujian.
“Kami belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian sebelum seluruh proses pemeriksaan laboratorium selesai. Karena itu, kami mengimbau masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil pemeriksaan yang sedang berjalan,” katanya.
Selama proses penyelidikan berlangsung, Dinkes terus menjalin koordinasi dengan pihak SMK Negeri 6 Kota Semarang, penyelenggara SPPG Kota Semarang Timur (Karangturi), Yayasan Putra Maju Mapan Mandiri, serta lintas sektor lainnya untuk mempercepat proses penelusuran.
Sebagai langkah antisipatif, distribusi makanan dari penyelenggara SPPG yang berkaitan dengan kejadian tersebut dihentikan sementara.
Kebijakan ini diberlakukan hingga penyelidikan epidemiologi dan hasil pemeriksaan laboratorium selesai sehingga penyebab dugaan keracunan dapat dipastikan.
Dinkes Kota Semarang juga terus memantau kondisi seluruh pasien yang menjalani perawatan maupun observasi.
Pendataan terhadap penerima manfaat yang berpotensi terdampak turut dilakukan agar penanganan dapat berlangsung secara menyeluruh.
Pemerintah Kota Semarang memastikan perkembangan hasil penyelidikan epidemiologi maupun pemeriksaan laboratorium akan disampaikan secara berkala kepada masyarakat setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan.***
