Tingginya Harga Pakan, Peternak Ayam Petelur di Kendal Bagikan 15.000 ekor Ayam Secara Gratis

Gemini_Generated_Image_bzq1vlbzq1vlbzq1 (1)
Bagikan:

KENDAL (HarianTerkini.id) – Gelar aksi damai dengan membagikan 15.000 ekor ayam secara gratis kepada warga di Kendal, hal ini bentuk protes para Peternak ayam petelur terhadap anjloknya harga telur di tengah tingginya harga pakan ternak.

Pembagian ayam ini dilakukan secara serentak di Jawa Tengah, para peternak ayam petelur ini merasa tertekan dengan naiknya harga pakan ayam yang terus meningkat. Namun harga telur selalu mengalami penurunan harga sehingga biaya produksi tidak masuk dengan pendapatan.

“Aksi tersebut dilakukan untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah terkait kondisi peternak ayam petelur yang saat ini semakin terjepit. Kenaikan harga pakan tidak sebanding dengan harga telur yang terus merosot, meskipun pemerintah menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG), ” kata Ketua Peternak Unggas Kendal, Suwardi Senin (10/8/2026) di Alun-alun Kabupaten Kendal.

Baca Juga:  Puluhan Ribu Penonton Padati Sky Fest 2024 di Semarang

Suwardi meminta agar Pemerintah bisa meurunkan harga pakan, naikkan harga telur, hapus monopoli impor bahan baku, cukupi kebutuhan jagung dengan harga HAP, serta dibentuknya kementerian peternakan.

“Aksi ini juga digelar serentak di Jawa Tengah yaitu Kendal, Temanggung, Magelang, Wonosobo, Batang, Pekalongan, Grobogan, dan Pati. Total ayam petelur yang dilepas dan dibagikan dalam aksi serentak tersebut mencapai sekitar 50.000 ekor, ” ungkapnya.

Ketua Peternak Unggas Kendal Suwardi menyampaikan, bahwa pembagian ayam tersebut merupakan simbol keprihatinan atas kondisi usaha yang semakin berat.

Baca Juga:  Peduli Korban Terdampak Banjir, Kejati Jateng Berikan Bantuan Sembako dan Perlen gakapan di Demak

“Kami yang tidak kuat lagi membeli pakan ayam membagikan ayam-ayam ini secara gratis kepada masyarakat yang hadir di sini,” ujar Suwardi.

Subakir peserta aksi juga menyampaikan, para peternak ayam petelur ini akan mendatangi kantor Kepresidenan agar Bapak Presiden mendengar jeritan para peternak ayam petelur ini.

“Adanya MBG bukan solusi untuk para peternak ayam petelur, bahkan telur kami dihargai murah sementara laporannya ke atas harganya selangit. Jika aksi kami ini tidak ada perhatian maka kami akan mendatangi istana negara dengan membawa telur, ” tandasnya.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, memahami kondisi yang saat ini dihadapi para peternak ayam petelur. Ia menyatakan aspirasi terkait persoalan harga pakan dan harga telur akan diteruskan kepada pemerintah pusat.

Baca Juga:  Pastikan Angkutan Nataru Aman dan Selamat, KAI Daop 4 Semarang bersama DJKA Laksanakan Inspeksi Keselamatan

“Kami paham kondisi peternak saat ini. Persoalan harga pakan dan harga telur akan kami sampaikan kepada pemerintah pusat. Semoga ayam yang dibagikan menjadi amal baik bagi bapak dan ibu sekalian,” pungkas Bupati.

Sugiyono pengelola SPPG, menyampaikan bahwa dirinya sudah menginstruksikan kepada seluruh pengelola SPPG agar menggunakan bahan makanan dari lokal termasuk telur.

“Kami siap menerima bahan dari lokal sepeti telur, untuk harga kami mengikuti sesuai harga dari peternak, ” tuturnya. (eko)