Luas Api TPA Jatibarang Tersisa 2–2,5 Hektare, Wali Kota Semarang Siagakan Pasokan Air 24 Jam

InShot_20261011_215229787
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti terus mengintensifkan penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang.

Hingga Minggu (4/10/2026), area yang masih mengeluarkan asap dan memiliki titik api di permukaan diperkirakan tersisa 2–2,5 hektare.

Berdasarkan hasil pemantauan, petugas menemukan sekitar 6–10 titik api permukaan. Meski demikian, tidak ditemukan titik api baru di luar zona yang masih dalam penanganan tersebut.

“Kami terus mengerahkan segenap sumber daya yang ada agar kepulan asap dan titik api di TPA Jatibarang dapat ditanggulangi secara tuntas,” kata Agustina, Minggu (4/10/2026).

Dalam proses penanganan, petugas mengidentifikasi tumpukan kasur berbahan kapas sebagai salah satu pemicu munculnya kobaran api.

Baca Juga:  GIIAS Semarang 2025 Suguhkan Rangkaian Program Seru, Interaktif, dan Edukatif

Untuk mempercepat pemadaman sekaligus proses pendinginan, sebanyak 50 personel Dinas Pemadam Kebakaran dikerahkan ke lokasi.

Upaya tersebut didukung lima unit mobil pemadam kebakaran, lima armada tangki air, dan tiga pompa portabel.

Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memberikan dukungan berupa light tower untuk penerangan saat petugas bekerja pada malam hari.

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) mengerahkan ekskavator untuk membantu pengerukan di area lereng serta penataan zona pembuangan sampah.

Langkah ini dilakukan untuk mendukung penanganan teknis di lapangan agar proses pemadaman dan pendinginan berjalan lebih efektif.

Pasokan Air Disiagakan Nonstop

Untuk memastikan kebutuhan air selama proses pemadaman dan pendinginan terpenuhi, Pemerintah Kota Semarang menyiagakan penyaluran air melalui armada tangki selama 24 jam mulai Senin (5/10/2026).

Baca Juga:  Apresiasi Langkah Nyata, Wali Kota Semarang Dampingi Herviano Anggota Komisi V DPR RI Kunjungan Program Sanitasi Masyarakat di Kelurahan Purwosari

Sebanyak 12 armada tangki disiapkan dan dioperasikan dalam empat shift. Setiap shift terdiri atas tiga armada yang bertugas secara bergantian untuk menjaga kesinambungan pasokan air ke lokasi kebakaran.

Pelaksanaan skema tersebut melibatkan sejumlah unsur, yakni pengelola TPA, PP, DPU, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Agustina memastikan ketersediaan air untuk mendukung upaya pemadaman masih mencukupi. Pasokan air berasal dari pembendungan Sungai Cebong, yang dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan petugas di lapangan.

Baca Juga:  Kelurahan Pudakpayung Semarang Masuk Tiga Besar Lomba Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional 2024

“Pasokan air dari pembendungan Sungai Cebong sangat mencukupi, dan penyaluran air melalui armada tangki disiagakan nonstop melingkupi empat shift kerja,” ujar Agustina.

Selain memastikan pasokan air tersedia sepanjang waktu, Pemkot Semarang terus melakukan penataan zona pembuangan sampah dan penanganan teknis secara intensif.

Koordinasi lintas instansi juga dilakukan untuk mendukung kelancaran operasi pemadaman dan pendinginan.

Dukungan logistik bagi petugas di lapangan dipenuhi secara berkelanjutan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama sejumlah mitra kerja terkait.

“Seluruh unsur, mulai dari petugas Damkar, BPBD, DPU, hingga dukungan logistik dari BAZNAS dan mitra, bergerak bersama di lapangan demi keamanan masyarakat Semarang,” pungkas Agustina.***