Kurangi Debu dan Asap TPA Jatibarang, Wali Kota Semarang Turun Langsung Pimpin Penyiraman Jalan
SEMARANG, (Harianterkini.id) – Upaya memulihkan kondisi lingkungan di sekitar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang terus dilakukan Pemerintah Kota Semarang.
Tak hanya berfokus pada pemadaman api, perhatian juga diarahkan pada debu dan asap sisa kebakaran yang berpotensi mengganggu aktivitas serta kesehatan warga.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti turun langsung memimpin penyiraman jalan di sejumlah kawasan permukiman, Senin (5/10) malam.
Kegiatan yang dimulai pukul 21.00 WIB itu menjadi salah satu langkah untuk menekan debu agar tidak kembali beterbangan dan terhirup masyarakat.
Kebakaran yang terjadi sejak Rabu (30/9) memang menunjukkan perkembangan dalam penanganannya. Namun, bara yang masih tersisa membutuhkan perhatian serius agar tidak memicu titik api baru.
Pada saat bersamaan, dampak terhadap lingkungan dan kesehatan warga juga harus diminimalkan.
“Kita bergerak cepat setelah titik api utama di TPA Jatibarang berhasil dikendalikan hingga 93 persen. Namun langkah penanganan tidak boleh berhenti di situ,” kata Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu.
“Ada tiga hal yang harus kita pastikan bersama: pemadaman tuntas hingga titik asap hilang, pencegahan timbulnya titik api baru, dan yang paling krusial adalah melindungi kesehatan masyarakat dari dampak debu serta asap,” tegas Agustina.
Bagi Agustina, keberhasilan penanganan kebakaran bukan semata-mata diukur dari berkurangnya titik api.
Perlindungan terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi juga menjadi bagian penting dari upaya pemulihan.
Penyiraman jalan dilakukan untuk mengurangi debu yang menempel di permukaan aspal agar tidak kembali terangkat ke udara akibat aktivitas kendaraan maupun angin.
Debu hasil pembakaran sampah berpotensi mengandung partikel halus PM2,5, PAH, karbon hitam, serta logam berat yang dapat berdampak terhadap kesehatan.
Untuk menjangkau sejumlah kawasan, puluhan personel bersama armada tangki gabungan dikerahkan.
Mereka berasal dari Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), serta Kodim.
Sekretaris Daerah Kota Semarang, para asisten Sekda, dan pimpinan perangkat daerah teknis turut mendampingi kegiatan tersebut.
Lima jalur utama menjadi sasaran penyiraman. Petugas bergerak menyusuri Jalan Untung Suropati dari kawasan Muradi hingga SMAN 7 Semarang, kemudian melanjutkan perjalanan menuju SDN Ngaliyan 04 hingga Perumahan Luxury Grand.
Penyiraman juga menjangkau jalur pertigaan Panjangan menuju SD Marsudirini Mayangsari Kalipancur, Jalan Gatot Subroto di kawasan Klampisan dari pertigaan Pasadena ke utara hingga lampu merah Purwoyoso, serta jalur dari kawasan Sam Poo Kong menuju Kalipancur.
Di luar kegiatan penyiraman, Pemkot Semarang tetap menyiagakan dukungan bagi warga terdampak.
Posko Dapur Umum Mobile dan Ambulance Hebat disiapkan, sementara pemantauan kesehatan dilakukan di Kelurahan Kedungpane, Tambakaji, dan Bambankerep.
Agustina juga memberi perhatian kepada petugas yang masih berjibaku menangani kebakaran.
Ia mengingatkan seluruh personel agar tetap menjaga kesehatan dan keselamatan saat menjalankan tugas di lapangan.
Penanganan kebakaran ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD Kota Semarang, BPBD Jawa Tengah, Dinas Pemadam Kebakaran, DLH, DPU, Dinas Kesehatan, Satpol PP, TNI/Polri, jajaran kecamatan dan kelurahan, hingga relawan masyarakat.
Penggunaan drone thermal dari Satuan Brimob Polda Jawa Tengah turut membantu mendukung pemantauan titik panas.
Sejumlah elemen masyarakat, termasuk Karang Taruna, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Linmas, FPRB, dan LPMK, juga mengambil bagian dalam upaya penanganan tersebut.
Perkembangan penanganan terlihat dari laporan Situation Report (SITREP) BPBD Kota Semarang per Selasa (6/10). Area terdampak kebakaran di Zona 1, 2, dan 3 yang semula mencapai sekitar 10 hektare, kini menyisakan area titik panas terpantau seluas 0,163 hektare atau sekitar 1.630 meter persegi.
Meski luas titik panas telah berkurang, pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Proses pendinginan dan pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan bara dapat dikendalikan dan tidak kembali memunculkan api.
Pemerintah Kota Semarang pun melanjutkan upaya penanganan hingga kondisi lingkungan di sekitar TPA Jatibarang semakin membaik.
Bagi warga di kawasan terdampak, langkah tersebut menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko paparan debu dan asap selama proses pemulihan berlangsung.***
