Hadapi Musim Hujan, Wali Kota Semarang Perkuat Kesiapsiagaan Banjir dengan 119 Pompa

InShot_20261015_234130980
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim hujan dengan melakukan pemeliharaan sungai dan saluran air serta menyiapkan peralatan penanganan banjir.

Dari total 38 lokasi yang menjadi sasaran pemeliharaan, sebanyak 33 lokasi telah dikerjakan, sedangkan lima lokasi lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan bahwa pemeliharaan sungai dan saluran air menjadi salah satu langkah penting untuk mengantisipasi banjir dan genangan saat musim hujan.

Upaya tersebut dilakukan dengan pengerukan sedimentasi agar aliran air lebih lancar.

“Pemeliharaan sungai dan saluran ini merupakan bagian dari upaya kita untuk mengantisipasi musim hujan. Pengerukan dilakukan agar aliran air lebih lancar sekaligus membantu mengurangi risiko banjir dan genangan di berbagai wilayah Kota Semarang,” ujar Agustina.

Untuk mendukung penanganan banjir, Pemkot Semarang menyiagakan 119 unit pompa dengan kapasitas total mencapai 92.190 liter per detik atau setara 92,19 meter kubik per detik. Selain itu, tersedia 101 unit pompa portabel yang dapat digunakan untuk membantu penanganan genangan di sejumlah wilayah.

Baca Juga:  Merry Riana Ajak Umat KAS Menjadikan Mimpi Sebagai Perjalanan dan Berkat

Pemeliharaan sungai dan saluran air dilakukan di berbagai kawasan, meliputi wilayah timur, utara, barat, serta tengah dan selatan Kota Semarang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Suwarto menjelaskan, sejumlah lokasi yang telah dikerjakan antara lain Saluran Jalan Gajah sepanjang 600 meter, Kali Bunggel di Pedurungan Tengah sepanjang 1,5 kilometer, Sungai Karanganyar sepanjang 1,4 kilometer, serta Sungai Jumbleng di Jerakah sepanjang 1,2 kilometer.

Pekerjaan pemeliharaan juga mencakup Saluran Padi Raya, Sungai Tapak Tugurejo, Sungai Silandak ruas Purwoyoso, serta sejumlah saluran di kawasan Tembalang dan Semarang Tengah.

Sementara itu, lima lokasi yang masih dalam proses pengerjaan meliputi Kali Sodor, Kali Sier, Kali Semarang ruas Kuningan, Kali Semarang ruas Lodan Raya, dan Saluran Buludrain.

Baca Juga:  Studi Bersama Warnai HUT ke-85 di Keuskupan Agung Semarang

DPU Siapkan Alat Berat dan Armada Pendukung

Selain pengerukan dan pemeliharaan saluran, kesiapan peralatan operasional juga menjadi perhatian Pemkot Semarang dalam menghadapi musim hujan.

DPU Kota Semarang memiliki 66 unit truk pengangkut material (dump truck) dan 57 unit alat berat untuk mendukung pekerjaan di lapangan.

Peralatan tersebut digunakan dalam kegiatan pemeliharaan infrastruktur, termasuk pengerukan dan penanganan sedimentasi di sungai maupun saluran air.

Terkait sedimentasi di Banjir Kanal Barat, Suwarto menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Menurutnya, pengerukan di kawasan tersebut telah dimulai oleh BBWS Pemali Juana dari bagian hilir, termasuk di area depan The Park.

Penanganan dilakukan sesuai dengan kewenangan lembaga tersebut dan saat ini masih berlangsung.

“Saat ini BBWS sudah mulai mengeruk dari bagian hilir terlebih dahulu, termasuk di depan The Park. Penanganannya masih berproses karena menjadi kewenangan BBWS,” jelas Suwarto.

Baca Juga:  Persiapan Liburan Nyaman dan Aman Saat Nataru, KAI Daop 1 Jakarta Lakukan Perubahan Saranan Pada 5 KA

Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan Saluran Air

Di samping upaya pemerintah melalui pemeliharaan infrastruktur dan penyiapan peralatan, Agustina menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengantisipasi banjir selama musim hujan.

Ia mengimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungan serta tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran air.

Menurutnya, sampah yang menumpuk dapat menghambat aliran air dan meningkatkan risiko terjadinya genangan.

“Langkah pemeliharaan sungai, kesiapan peralatan, dan kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan ini perlu berjalan beriringan agar risiko banjir selama musim hujan dapat kita tekan secara optimal,” pungkas Agustina.

Melalui pemeliharaan sungai dan saluran air, kesiapan pompa, serta dukungan peralatan operasional, Pemkot Semarang berharap aliran air dapat tetap berfungsi dengan baik sehingga risiko banjir dan genangan di berbagai wilayah dapat diminimalkan selama musim hujan.***