Pekan Batik Nusantara 2026 Hadirkan Workshop UMKM Cerdas Digital dan Literasi Keuangan, Pemerintah Dorong Pengusaha Manfaatkan Platform SAPA UMKM

InShot_20261015_111619325
Bagikan:

Pekan Batik Nusantara 2026 hadirkan Workshop UMKM Cerdas Digital dan Literasi Keuangan, Pemerintah Dorong Pengusaha Manfaatkan Platform SAPA UMKM

PEKALONGAN, (Harianterkini.id) – Pengusaha UMKM didorong untuk semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi digital dan meningkatkan literasi keuangan guna memperkuat daya saing usaha.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop UMKM Cerdas Digital dan Literasi Keuangan bertema “Batik Masakin: Kreatif, Digital, Kolaboratif” yang digelar di Panggung Pekan Batik Nusantara 2026, Alun-Alun Gapura Nusantara, Kota Pekalongan, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pekan Batik Nusantara 2026 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026.

Workshop ini menghadirkan perwakilan pemerintah, lembaga jasa keuangan, dan praktisi industri kreatif untuk memberikan edukasi kepada pengusaha UMKM mengenai pemanfaatan teknologi digital, pengelolaan keuangan, serta strategi pengembangan usaha di tengah persaingan pasar yang semakin dinamis.

Asisten Deputi Produksi dan Digitalisasi Usaha Kecil Kementerian Usaha Mikro dan Menengah Republik Indonesia, Dr. Ali Alkatiri, S.T., M.Si., dalam sambutannya menyoroti pentingnya digitalisasi untuk memperkuat kapasitas dan daya saing UMKM.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan SAPA UMKM sebagai platform layanan terpadu yang diharapkan dapat membantu pengusaha mengakses informasi dan berbagai layanan pendukung pengembangan bisnis.

Baca Juga:  Kunjungi SPKLU di Banten, Menteri ESDM Apresiasi Kesiapan PLN Sambut Mudik Lebaran 2025

Melalui platform tersebut, pengusaha UMKM diharapkan semakin mudah memperoleh informasi mengenai program pemberdayaan, pendampingan, serta layanan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas dan memperluas peluang usaha.

Digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan pemasaran produk melalui media sosial atau platform perdagangan elektronik.

Lebih dari itu, pemanfaatan teknologi juga mencakup peningkatan efisiensi produksi, pengelolaan usaha, perluasan jaringan pemasaran, hingga penguatan hubungan dengan konsumen.

Bagi pengusaha UMKM batik, pemanfaatan teknologi digital menjadi peluang untuk memperkenalkan kekayaan motif, filosofi, dan karakter batik Pekalongan kepada masyarakat yang lebih luas, baik di pasar nasional maupun internasional.

Wakil Wali Kota Pekalongan Buka Workshop

Workshop tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Pekalongan, Hj. Balgis Diab, S.E., S.Ag., M.M., yang sekaligus memberikan sambutan mengenai pentingnya penguatan UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Pekalongan dikenal sebagai salah satu pusat batik di Indonesia. Potensi tersebut perlu didukung dengan peningkatan kreativitas, inovasi produk, serta kemampuan pengusaha dalam mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan konsumen.

Melalui kegiatan ini, pengusaha UMKM diharapkan tidak hanya mempertahankan kualitas dan identitas batik sebagai warisan budaya, tetapi juga mampu mengembangkan strategi bisnis yang lebih modern, kolaboratif, dan berorientasi pada pasar.

Baca Juga:  GIIAS Semarang 2025 Akan Digelar dan Tampilkan Merek Baru Teknologi Otomotif Terkini

Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan pengusaha industri kreatif menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun ekosistem usaha yang mendukung pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan.

OJK dan Perbankan Berikan Edukasi Literasi Keuangan

Sebelum memasuki sesi pemaparan materi, kegiatan diawali dengan sosialisasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal yang disampaikan oleh Kukuh Harisman selaku Manager Kantor OJK Tegal. Sosialisasi juga menghadirkan Alif Syahdila Ramadhan Insan Perintis atau Dilan Jateng dari PT BPR Bank Pekalongan.

Sesi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman pengusaha UMKM mengenai pentingnya literasi keuangan dalam menjalankan dan mengembangkan usaha.

Pengusaha diharapkan mampu memahami pengelolaan arus kas, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta memilih produk dan layanan keuangan sesuai kebutuhan dan kemampuan bisnisnya.

Selanjutnya, sesi pemaparan materi menghadirkan Kukuh Harisman dari Kantor OJK Tegal dan Abdul Qayum selaku digital creative agency.

Kedua narasumber memberikan perspektif mengenai penguatan literasi keuangan dan pemanfaatan kreativitas digital untuk mendukung pengembangan usaha.

Bagi pengusaha UMKM batik, strategi digital kreatif dapat diterapkan melalui pembuatan konten promosi, penguatan identitas merek, penyajian visual produk yang menarik, serta pemanfaatan media digital untuk memperluas jangkauan pemasaran.

Baca Juga:  PLN Siap Hadirkan 100 Persen Listrik Hijau pada HUT RI Ke-79 di IKN

Dengan strategi yang tepat, produk batik Pekalongan berpeluang menjangkau konsumen dari berbagai daerah tanpa hanya bergantung pada penjualan secara langsung.

Perkuat Daya Saing UMKM Batik melalui Kolaborasi

Workshop UMKM Cerdas Digital dan Literasi Keuangan menjadi ruang pembelajaran bagi pengusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan memperluas wawasan mengenai pengembangan bisnis.

Tema “Batik Masakin: Kreatif, Digital, Kolaboratif” menekankan pentingnya perpaduan kreativitas, pemanfaatan teknologi, dan kolaborasi dalam membangun usaha yang berdaya saing.

Melalui rangkaian Pekan Batik Nusantara 2026, pengusaha UMKM diharapkan semakin percaya diri dalam mengembangkan produk, memperluas pemasaran, serta memanfaatkan layanan pendukung usaha yang tersedia, termasuk platform layanan terpadu SAPA UMKM.

Dukungan pemerintah, lembaga jasa keuangan, dan ekosistem industri kreatif diharapkan mampu mendorong UMKM batik untuk terus berkembang, mempertahankan nilai budaya, sekaligus menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Kegiatan yang dipandu oleh Rachman Polalo selaku pembawa acara tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong UMKM Pekalongan agar semakin adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan identitas batik sebagai warisan budaya yang memiliki nilai ekonomi dan kebanggaan daerah.***