Pascasarjana USM Gelar Workshop Pemanfaatan AI untuk Penulisan Jurnal dan Tugas Akhir

InShot_20261019_224749081
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Program Pascasarjana Universitas Semarang (USM) menggelar workshop bertajuk Penggunaan Artificial Intelligence dalam Penulisan Jurnal dan Tugas Akhir, Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung penyusunan karya ilmiah secara efektif dan bertanggung jawab.

Workshop yang berlangsung di Ruang Telekonferensi Lantai 8 Menara Prof. Dr. Muladi, S.H., tersebut diikuti 60 peserta dari berbagai program studi di Pascasarjana USM.

Sebanyak 25 peserta mengikuti kegiatan secara luring, sedangkan 35 peserta lainnya bergabung secara daring.

Direktur Pascasarjana USM, Dr. Muhammad Junaidi, S.H.I., M.H., mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya institusi untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi AI di kalangan mahasiswa, terutama dalam proses penyelesaian tugas akhir, tesis, dan penulisan jurnal ilmiah.

Menurutnya, perkembangan teknologi AI tidak dapat diabaikan dalam dunia pendidikan.

Karena itu, mahasiswa perlu memahami cara memanfaatkan teknologi tersebut untuk mendukung produktivitas dan menyelesaikan tugas akademik sesuai standar yang ditetapkan.

“Tidak bisa ditinggalkan penggunaan AI itu, tapi pada prinsipnya harus dimaksimalkan supaya tugas-tugas akhir mahasiswa itu dapat selesai sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan,” ujarnya.

Junaidi menambahkan, workshop serupa direncanakan digelar secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Mudik Lebaran, Angkutan Barang Dilarang Melintas Mulai 17 April

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menyelesaikan studi tepat waktu tanpa mengesampingkan kualitas karya ilmiah.

Ia berharap, melalui kegiatan ini, mahasiswa mampu memanfaatkan AI sebagai sarana pendukung pembelajaran dan penulisan ilmiah secara efektif.

Namun, penggunaan teknologi tersebut harus tetap memperhatikan kejujuran akademik, ketepatan data, serta tanggung jawab terhadap karya yang dihasilkan.

“Kami berharap, kegiatan ini juga dapat mendorong mahasiswa menjadi lebih produktif dalam menyelesaikan tugas akademik dan menempuh pendidikan tepat waktu dengan tetap mengedepankan kualitas serta integritas ilmiah,” ungkapnya.

AI sebagai Alat Bantu, Bukan Pengganti Analisis

Salah satu narasumber, Prof. Dr. Hariyanto, S.H.I., M.Hum., M.Pd., Wakil Dekan III Fakultas Syariah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri, menegaskan bahwa AI seharusnya digunakan sebagai alat pendukung, bukan pengganti kemampuan berpikir kritis dan analisis mahasiswa.

Menurutnya, AI dapat membantu mahasiswa dalam proses analisis maupun pemeriksaan data untuk penyusunan tugas akhir dan karya ilmiah.

Meski demikian, informasi yang dihasilkan teknologi tersebut tidak boleh langsung diterima sebagai kebenaran tanpa melalui proses verifikasi.

Hariyanto menekankan pentingnya sikap kritis dan kejujuran akademik dalam menggunakan AI.

Baca Juga:  Kembangkan Bakat dan Kreatifitas Anak, Kepala Sekolah SMP Maria Goretti Resmi Membuka Lomba Futsal "Maria Goretti Competition 2025" Tingkat SD Kota Semarang

Mahasiswa harus memastikan bahwa data, informasi, serta referensi yang digunakan benar-benar valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kejujuran itu penting kemudian bagaimana mahasiswa ini menggunakannya. Data-data harus di-cross-check, jangan dianggap sebagai kebenaran dari hasil olah yang dilewatkan AI,” jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa kemudahan yang ditawarkan AI perlu diimbangi dengan kemampuan mahasiswa dalam menilai, mengolah, dan menguji informasi.

Dengan demikian, teknologi tersebut dapat membantu proses akademik tanpa mengurangi kualitas pemikiran dan orisinalitas karya ilmiah.

Teknik Menyusun Prompt agar Hasil AI Lebih Tepat

Sementara itu, narasumber lainnya, Zulfikar Ari Wicaksono, S.E., M.M., HTM Central Java Indosat Ooredoo, mengingatkan mahasiswa agar menggunakan AI secara bijak dengan tetap menjaga integritas dan kualitas karya tulis.

Ia menekankan bahwa setiap informasi yang dihasilkan AI harus dibaca ulang, diperiksa, dan divalidasi sebelum digunakan dalam penulisan jurnal maupun tugas akhir.

Mahasiswa juga harus bertanggung jawab atas seluruh isi tulisan yang dihasilkan, termasuk ketika memanfaatkan bantuan teknologi kecerdasan buatan.

“Yang tetap harus dijaga adalah integritas dan kualitas serta tetap bertanggung jawab terhadap semua tulisannya,” ungkap Zulfikar.

Dalam pemaparannya, Zulfikar juga memperkenalkan kerangka RCTF, yaitu Role, Context, Task, dan Format, sebagai salah satu pendekatan untuk menyusun instruksi atau prompt yang lebih terarah saat menggunakan AI.

Baca Juga:  Sejumlah Pengurus TI Jateng Abaikan Masukan PB TI

Kerangka tersebut membantu pengguna menentukan peran yang harus dijalankan AI (Role), memberikan latar belakang atau konteks yang diperlukan (Context), menjelaskan tugas yang harus dikerjakan (Task), serta menentukan bentuk hasil yang diinginkan (Format).

Menurut Zulfikar, instruksi yang jelas, spesifik, dan terperinci akan membantu AI menghasilkan jawaban yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Sebaliknya, prompt yang terlalu umum berpotensi menghasilkan jawaban yang melebar dan tidak sesuai dengan tujuan awal.

“Semakin detail semakin bagus, jadi jangan menganggap AI itu dukun. Dengan prompt yang hanya sederhana, dia akan melebar ke mana-mana.

Kita harus memberikan batasan sesuai dengan apa yang kita inginkan,” tambahnya.

Melalui workshop ini, Pascasarjana USM mendorong mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan digital sekaligus membangun pemahaman mengenai penggunaan AI yang bertanggung jawab dalam dunia akademik.

Pemanfaatan AI diharapkan dapat membantu mahasiswa meningkatkan efektivitas penulisan jurnal dan tugas akhir, dengan tetap menempatkan kemampuan berpikir kritis, validitas data, orisinalitas, dan integritas ilmiah sebagai prinsip utama dalam menghasilkan karya akademik yang berkualitas.***(bgy)