Wali Kota Semarang Dorong Pengamalan Pancasila melalui Program Sekolah Laboratorium Pancasila

InShot_20261021_122708810
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mendorong penanaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila melalui pembiasaan perilaku positif di lingkungan sekolah.

Upaya tersebut diwujudkan melalui program Sekolah Laboratorium Pancasila (SLP) yang menyasar siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), baik negeri maupun swasta.

Program SLP dikembangkan melalui kerja sama Pemerintah Kota Semarang dengan Yayasan Pendidikan Lembaga Pendidikan (YPLP).

Kesepakatan kerja sama tersebut ditandatangani pada Senin (19/10/2026) di Ruang Rapat Wali Kota Semarang dan menjadi landasan pelaksanaan program hingga 31 Desember 2030.

Program ini mencakup sejumlah aspek, antara lain penguatan wawasan kebangsaan, pembiasaan pola hidup sehat, kepedulian terhadap lingkungan, pengembangan jiwa kewirausahaan, serta peningkatan kecakapan hidup siswa.

Baca Juga:  Kajati Jateng Ponco Hartanto Terima Kunci Rumah Susun Griya Adhyaksa dari Kementerian PUPR

Agustina menegaskan, pengamalan Pancasila harus dimulai dari diri sendiri dan diwujudkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, pendidikan karakter di sekolah memiliki peran penting untuk membantu siswa memahami sekaligus menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kita tidak boleh berhenti, dan hal-hal yang harus kita lakukan itu kita mulai dari kita,” ujar Agustina.

Ia berharap, melalui program SLP, nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipahami sebagai materi pembelajaran, tetapi juga menjadi pedoman dalam bersikap dan bertindak.

Dengan demikian, siswa dapat membangun kebiasaan saling menghormati, peduli terhadap sesama, menjaga lingkungan, serta bertanggung jawab.

Sementara itu, Ketua YPLP, Dr. Ir. Hamry Gusman Zakaria, M.M., menyampaikan bahwa program SLP berpotensi dikembangkan melalui pengukuran karakter generasi muda.

Baca Juga:  Transformasi Kuota BBM Subsidi, Aplikasi MyPertamina Dinilai Sukses Awasi Distribusi Tepat Sasaran

Untuk mendukung upaya tersebut, YPLP mengusulkan lima indeks yang meliputi wawasan kebangsaan, degradasi moral, pola hidup sehat, lingkungan hidup, dan jiwa kewirausahaan.

“Akan disusun indeks wawasan kebangsaan untuk Gen Alpha dan Gen Z pertama di Indonesia,” kata Hamry.

Menurut Hamry, penyusunan indeks tersebut diharapkan dapat membantu memetakan pemahaman generasi muda terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Hasil pengukuran itu nantinya diharapkan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan program dan intervensi yang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi masing-masing wilayah.

Baca Juga:  Senangnya UMKM Kebumen Terima Bantuan Mesin Kopi dari Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono

Pelaksanaan SLP juga dirancang melalui kolaborasi lintas perangkat daerah dan pelibatan berbagai pemangku kepentingan.

Ruang lingkup program mencakup pemetaan kondisi awal satuan pendidikan, penyusunan program, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pembentukan satuan tugas, serta koordinasi dengan berbagai pihak sesuai kebutuhan.

Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Semarang berharap penguatan karakter generasi muda dapat dilakukan secara berkelanjutan melalui lingkungan pendidikan.

Pembiasaan nilai-nilai Pancasila dalam aktivitas sehari-hari diharapkan mampu membentuk siswa yang memiliki wawasan kebangsaan, berkarakter, peduli terhadap lingkungan, menerapkan pola hidup sehat, serta memiliki jiwa kewirausahaan.

Dengan demikian, Sekolah Laboratorium Pancasila diharapkan menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan pengamalan Pancasila secara nyata di kalangan generasi muda Kota Semarang.***