Tim PkM USM Dorong Warga Kebonbatur Manfaatkan Literasi Digital untuk Kembangkan UMKM

InShot_20261106_010136934
Bagikan:

DEMAK, (Harianterkini.id) – Universitas Semarang (USM) terus berupaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pemberdayaan ekonomi.

Salah satunya melalui kegiatan edukasi literasi digital dan kesadaran bermedia sosial bagi warga Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) USM tersebut mengusung tema “Peningkatan Literasi Digital dan Kesadaran Bermedia Sosial untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat”.

Kegiatan ini diikuti sejumlah warga yang merupakan perwakilan masing-masing RT, anggota Karang Taruna, serta paguyuban bapak-bapak yang selama ini menjalankan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di lingkungan RW 27.

Ketua Tim PkM USM, Ami Saptiyono, S.I.Kom., M.I.Kom., mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan mendorong masyarakat agar semakin cakap memanfaatkan teknologi digital sekaligus memiliki kesadaran dalam melindungi diri saat beraktivitas di ruang digital.

Baca Juga:  LPPM USM Dorong Hackathon Smart City Deeptech 2026 Hasilkan Inovasi Berdampak

Menurutnya, media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana berinteraksi dan berbagi informasi, tetapi juga memiliki potensi besar untuk mendukung promosi usaha, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan perekonomian keluarga.

Namun, pemanfaatan teknologi digital harus diimbangi dengan pemahaman mengenai berbagai risiko, seperti penipuan daring, manipulasi informasi, dan ancaman keamanan digital lainnya.

“Pelaku UMKM perlu memiliki dua kemampuan yang berjalan beriringan, yaitu keterampilan memanfaatkan media digital untuk mengembangkan usaha dan kemampuan menjaga keamanan ketika bertransaksi. Jangan sampai media sosial yang seharusnya menjadi peluang ekonomi justru menjadi pintu masuk penipuan. Karena itu, masyarakat perlu cerdas berliterasi, aman bertransaksi, dan semakin maju dalam berwirausaha,” kata Ami.

Dalam kegiatan tersebut, anggota Tim PkM, Dr. Gita Aprinta E.B., S.Sos., M.Si., menyampaikan materi mengenai pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Retno Manuhoro Setyowati, S.Sos., M.I.Kom., memberikan panduan praktis mengenai pemanfaatan media sosial untuk mempromosikan produk sekaligus memperkuat jejaring ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  Mahasiswa KKN-PPM USM Latih Warga Gondoriyo Olah Klepon Ubi Ungu, Dorong Peluang UMKM Kuliner

Antusiasme peserta terlihat dari respons positif terhadap materi yang disampaikan. Salah satu peserta, Arif, mengaku memperoleh pengetahuan baru, terutama mengenai pentingnya keamanan digital bagi masyarakat yang menjalankan usaha.

Ia mengatakan, penggunaan telepon genggam dan media sosial sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari para pedagang.

Namun, masih banyak pelaku usaha yang belum memahami cara mengenali berbagai modus penipuan maupun menjaga keamanan saat melakukan transaksi secara daring.

“Dari kegiatan ini, kami mendapatkan pengetahuan tentang keamanan digital, terutama sebagai pedagang. Ternyata ketika berjualan melalui media sosial, kita juga harus berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan. Pengetahuan seperti ini penting agar kami lebih aman dalam menjalankan usaha,” ungkap Arif.

Apresiasi juga disampaikan perwakilan warga RW 27, Lisna Monica Sabatiningrum.

Baca Juga:  Pemrov Jateng Gencar mempromosikan Produk Kopi Lokal di Jateng Fair 2024

Ia menilai edukasi literasi digital sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya warga yang memiliki usaha dan ingin mengembangkan pemasaran produk melalui media sosial.

Lisna berharap kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan USM dapat terus berlanjut.

Menurutnya, masih banyak warga RW 27 yang membutuhkan pendampingan agar mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal untuk mendukung kegiatan ekonomi.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa berlanjut. Masih banyak warga yang perlu didorong agar lebih melek digital, terutama dalam mengembangkan UMKM di wilayah RW 27. Pengetahuan yang diberikan sangat bermanfaat. Kami berharap, ke depan ada pendampingan lanjutan agar warga bisa benar-benar mempraktikkannya,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Tim PkM USM berharap masyarakat tidak hanya memahami pentingnya literasi digital, tetapi juga mampu menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari, khususnya untuk mengembangkan usaha, memperluas pemasaran, dan meningkatkan keamanan transaksi digital.***(bgy)