Tim PkM USM Beri Edukasi Konservasi Lingkungan kepada Siswa SD Sanggar Belajar Kuala Lumpur Malaysia 

InShot_20250514_193900158
Bagikan:

KUALA LUMPUR, (Harianterkini.id) – Sebagai bagian dari rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional, tim dosen Universitas Semarang (USM) melaksanakan kegiatan bertajuk “Edukasi Konservasi Lingkungan melalui Pengenalan Biopori bagi Anak-anak Sekolah Dasar” pada 6 Mei 2025, di Sanggar Belajar Kuala Lumpur, Malaysia.

Sanggar ini merupakan pusat kegiatan belajar Non Formal yang berada di bawah bimbingan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) dan diperuntukkan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia.

Kegiatan itu dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Mudjiastuti Handajani, M.T., dosen ahli dalam bidang Teknik Sipil Transportasi sekaligus Ketua LPPM Universitas Semarang.

Baca Juga:  BNNP Jateng dan Lapas Rutan Berkolaborasi Wujudkan Zona Bersinar “Perang Melawan Narkoba Tanpa Kompromi"

Tim dosen yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Sinta Pramucitra, M.I.Kom (dosen Ilmu Komunikasi), Prof. Dr. Ir. Rohadi, M.P (ketua Bidang Penelitian LPPM), Satria Pinandita, S.T., M.Eng (dosen Teknik Elektro).

Kegiatan tersebut juga didukung dua mahasiswa Universitas Semarang yang saat ini sedang menjalani program KKN Internasional di Malaysia.

Mereka adalah Yohana Putri Ersalina (S1 Manajemen) dan Angela Indra Shinta (S1 Ilmu Komunikasi).

Keduanya berperan aktif dalam membangun komunikasi yang menyenangkan dengan peserta didik serta membantu proses penyampaian materi secara visual dan mudah dipahami.

Baca Juga:  UKM PIB Universitas Semarang Gelar Seminar Wawasan Kebangsaan

Dalam sambutannya, Prof. Mudjiastuti mengatakan, pengenalan teknologi sederhana seperti lubang resapan biopori penting untuk ditanamkan sejak usia dini sebagai bentuk edukasi lingkungan yang aplikatif dan berkelanjutan.

Tujuan utama kegiatan ini antara lain, mengenalkan konsep biopori kepada anak-anak sekolah dasar dengan pendekatan edukatif dan visual yang menarik.

Selain itu juga menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui tindakan sederhana.

”Kami juga mendorong anak-anak untuk menyebarkan informasi positif kepada keluarga dan teman sebayanya,” kata Prof Mudji.

Baca Juga:  Basarnas Kota Semarang Berangkatkan 40 Personil ke Aceh dan Sumatera untuk Membantu Korban Terdampak Bencana Alam

Dia menambahkan, pelaksanaan edukasi dilakukan secara interaktif dan menyenangkan melalui media gambar, simulasi biopori menggunakan alat peraga, serta diskusi ringan seputar pentingnya pelestarian air dan tanah.

Antusiasme anak-anak sangat tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan dan partisipasi aktif selama sesi berlangsung.

”Kami berharap, melalui kegiatan ini, Universitas Semarang dapat terus menumbuhkan kesadaran lingkungan lintas negara, serta menjadikan mahasiswa dan dosen sebagai agen perubahan yang berdampak, baik di dalam maupun luar negeri,” ungkapnya.***(bgy)