Rektor : “USM Unggul Berkat Kerja Keras Seluruh Civitas Akademika”

InShot_20250616_112042551
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Setelah Terakreditasi Unggul, Universitas Semarang atau USM akan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi lebih baik lagi. Pencapaian Akreditasi Unggul yang diraih USM berkat kerja keras seluruh civitas akademika USM.

Hal itu diungkapkan Rektor USM Dr. Supari, S.T., M.T., dalam sambutannya saat melepas Jalan Sehat Dies Natalis Ke-38 USM di halaman kampus USM, Jl Soekarno-Hatta, Tlogosari, Kota Semarang, pada 15 Juni 2025.

Hadir dalam kegiatan itu antara lain Ketua Pembina Yayasan Alumni Undip, Prof. Sudharto P Hadi MES PhD, Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip Prof. Dr. Ir. Kesi Widjajanti, S.E., M.M., Ketua Senat Prof. Dr. Hardani Widhiastuti, M.M. Psikolog, Wakil Rektor III USM Dr. Muhammad Junaidi, SHI., M.H., dan Wakil Rektor I USM, Prof. Dr. Ir. Sri Budi Wahjuningsih MP.

Baca Juga:  JNE Salurkan Bantuan Sosial dan Hadirkan Promo Sambut Natal 2025

Kegiatan jalan sehat diikuti ratusan peserta terdiri atas dosen, karyawan USM serta sejumlah mahasiswa.

Menurut Rektor, pencapaian USM meraih Akreditasi Unggul merupakan hasil perjalanan panjang yang dimulai sejak USM berdiri pada tahun 1987.

Saat itu, USM masih berbentuk Politeknik Semarang, sebelum akhirnya berubah menjadi universitas pada tahun 1993.

”Untuk mencapai Akreditasi Unggul, USM menempuh perjalanan yang sangat panjang,” kata Supari.

“Ini tidak lepas dari kerja keras para pemimpin USM sebelumnya, mulai dari rektor pertama hingga rektor keempat, serta seluruh civitas akademika yang telah meletakkan dasar-dasar yang kuat bagi perkembangan USM,” imbuhnya.

Dia mengatakan, peningkatan kualitas secara berkelanjutan menjadi kunci dalam meraih Akreditasi Unggul.

Baca Juga:  Karateka USM Targetkan Hasil Terbaik di Kejurprov Karate Magelang

Mulai dari peningkatan kualitas dosen dan mahasiswa, pembangunan sarana dan prasarana, hingga perluasan kerja sama dengan berbagai institusi.

”Kami terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), menambah jumlah dosen bergelar doktor dan profesor, serta memastikan fasilitas pendukung pembelajaran semakin baik,” jelasnya.

“Selain itu, kemitraan dengan industri dan institusi pendidikan lain juga diperkuat untuk membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa dan dosen,” lanjut Supari.

Supari menegaskan, status Akreditasi Unggul memiliki dampak besar bagi berbagai pihak, termasuk mahasiswa, dosen, dan universitas secara keseluruhan.

”Bagi mahasiswa, Akreditasi Unggul meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja dan memudahkan mereka melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi, baik di dalam maupun luar negeri,” tegasnya.

Baca Juga:  Danamon Mendonasikan Solar Panel kepada Komunitas Pendidikan di Jawa Tengah untuk Mendukung Penurunan Emisi Karbon & Kolaborasi Ekosistem Berkelanjutan

Sementara itu, bagi dosen, akreditasi ini membuka peluang lebih luas untuk memperoleh hibah penelitian, menjalin kerja sama akademik, serta kesempatan kolaborasi internasional.

”Bagi USM secara keseluruhan, Akreditasi Unggul meningkatkan kredibilitas di mata masyarakat dan industri, yang berujung pada meningkatnya minat calon mahasiswa untuk bergabung,” ungkapnya.

Menurutnya, pencapaian ini bukan hasil kerja individu, tetapi merupakan karya bersama seluruh civitas akademika USM.

”Akreditasi Unggul ini bukan hanya hasil kerja saya sebagai Rektor, tetapi merupakan karya semua pihak,” pungkasnya.

“Mulai dari pendiri USM, para rektor sebelumnya, dosen, tenaga kependidikan, alumni, hingga mahasiswa. Bahkan masyarakat dan mitra kerja sama USM juga memiliki peran dalam pencapaian ini,” katanya.***(bgy)